Ibas Dorong Kemandirian Pangan Desa Melalui Peternakan Ayam Petelur

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Desa-desa di wilayah Pacitan dinilai memiliki potensi besar untuk mewujudkan ketahanan pangan mandiri melalui berbagai usaha produktif masyarakat. Salah satu langkah yang menjadi fokus adalah pengembangan peternakan ayam petelur yang mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pemenuhan gizi.

Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, menjelaskan bahwa program pemberdayaan ekonomi desa ini terintegrasi dengan upaya pemenuhan gizi nasional. Inisiatif tersebut mengusung tema 'Peternak Produktif, Dapur Tercukupi, Keluarga Sehat dan Bahagia'.

Dilansir dari Detikcom, Ibas memandang bantuan untuk sektor peternakan bukan sekadar program ekonomi rutin. Langkah ini diproyeksikan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya ekosistem pangan desa yang berkelanjutan dan mampu menopang kebutuhan warga secara mandiri.

Keberhasilan nyata terlihat di Desa Wonogondo, di mana populasi sekitar 500 hingga 600 ekor ayam petelur mampu menghasilkan lebih dari 500 butir telur setiap harinya. Capaian ini menjadi bukti bahwa desa memiliki kekuatan ekonomi jika didukung pendampingan dan akses usaha yang tepat.

Hasil produksi telur dari peternakan lokal tersebut juga dapat dialokasikan untuk menyokong program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ibas berharap model peternakan produktif seperti ini dapat direplikasi di berbagai desa lainnya di seluruh Kabupaten Pacitan.

Selain membahas sektor pangan, Ibas mengenang transformasi Desa Wonogondo yang sebelumnya sering mengalami krisis air bersih. Saat ini, kondisi desa tersebut telah mengalami kemajuan signifikan berkat kolaborasi berbagai pihak terkait.

"Dulu saya dengar, kenal, dan rasakan di Wonogondo ini masyarakatnya sangat kesulitan air. Banyak di daerah kita kekurangan air bersih. Dan alhamdulillah perlahan dengan kerja keras kita bersama, dengan tangan pemerintah baik di pusat, daerah, dan kami sebagai wakil rakyat, Desa Wonogondo sekarang menjadi desa yang surplus air," ujar Ibas pada Kamis (7/5/2026).

Sinergi Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat

Perubahan kondisi infrastruktur air menjadi modal krusial bagi warga untuk memajukan sektor produktif lainnya, mulai dari pertanian hingga peternakan. Sinergi antara pemberdayaan ekonomi dan pemenuhan gizi dianggap kunci untuk meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia.

Masyarakat juga didorong untuk mengoptimalkan potensi desa di bidang perikanan, buah-buahan, hingga sayuran. Pengelolaan program yang amanah sangat ditekankan agar manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat dan mendukung operasional dapur gizi.

"Insyaallah kita doakan agar semuanya amanah. Jangan sampai terlambat dalam pengiriman, jangan sampai menu tidak berputar setiap hari, dan jangan sampai pengelolaannya hanya sekadar memenuhi laporan tetapi tidak menyesuaikan kebutuhan rakyat," kata Ibas.

Dalam tinjauan langsung ke lokasi peternakan pada Selasa (5/5), Ibas menunjukkan hasil produksi telur kepada warga setempat sebagai simbol masa depan generasi bangsa. Ia meyakini modal investasi antara Rp100 juta hingga Rp200 juta dapat menghasilkan produksi yang luar biasa.

"Saya mendoakan semua kelompok peternak ayam petelur bisa lebih maju, sukses, dan memberikan manfaat bagi desa lainnya. Dengan modal sekitar 100 hingga 200 juta rupiah, kita bisa menghasilkan produksi telur yang luar biasa setiap harinya. Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang tertarik, baik melalui Kredit Usaha Rakyat, modal mandiri, maupun secara berkelompok," tutur Ibas.

Sebagai bentuk dukungan konkret bagi keberlanjutan usaha, bantuan pakan juga diserahkan kepada kelompok peternak setempat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji, Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi, serta jajaran dinas terkait.