IHSG Anjlok 1,4 Persen Menyusul Rebalancing Indeks MSCI Mei 2026

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat dengan koreksi sebesar 1,48 persen ke posisi 6.757,37 pada pembukaan perdagangan Rabu (13/5/2026). Penurunan tajam sebanyak 101,53 poin ini terjadi sesaat setelah MSCI mengumumkan hasil tinjauan berkala indeks global mereka.

Data perdagangan menunjukkan sebanyak 261 saham melemah, sementara 139 saham menguat dan 559 saham lainnya tidak bergerak. Nilai transaksi pada sesi awal tercatat mencapai Rp419,7 miliar dengan volume perdagangan sebesar 696,6 juta saham.

Kondisi pasar modal domestik ini sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa di Asia, seperti Kospi Korea Selatan yang anjlok lebih dari 2 persen. Investor global dilaporkan tengah khawatir terhadap tingkat inflasi Amerika Serikat serta ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah.

Hasil evaluasi Mei 2026 menunjukkan tidak ada emiten Indonesia yang masuk ke dalam MSCI Global Standard Index. Sebaliknya, penyedia indeks tersebut menghapus enam saham berkapitalisasi besar dari daftar utama, yang memicu potensi tekanan jual dari manajer investasi asing.

Berikut adalah daftar emiten yang keluar dari MSCI Global Standard Index pada periode ini:

Daftar Saham Indonesia Keluar dari MSCI Global Standard Index Mei 2026Kode SahamEmiten
AMMNAmman Mineral Internasional
BRENBarito Renewables Energy
TPIAChandra Asri Pacific
DSSADian Swastatika Sentosa
TOWRSarana Menara Nusantara
AMRTSumber Alfaria Trijaya

Meskipun keluar dari indeks utama, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) tetap bertahan di ekosistem MSCI dengan turun klasifikasi ke MSCI Global Small Cap Index. Namun, tercatat ada 13 emiten lain yang justru dihapus dari kategori Small Cap tersebut.

Seluruh perubahan komposisi ini akan mulai berlaku efektif pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026. Arus dana keluar diperkirakan terjadi karena banyak produk investasi seperti ETF menggunakan indeks MSCI sebagai pedoman penyusunan portofolio mereka.

Di kancah global, tensi antara Amerika Serikat dan Iran turut membayangi pergerakan pasar terkait gangguan di Selat Hormuz. Jalur pelayaran tersebut sangat krusial karena menjadi lintasan bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia setiap harinya.

"dengan damai atau cara lain." ujar Donald Trump, Presiden AS.

Penegasan tersebut disampaikan Trump di tengah rencana pembahasannya mengenai konflik Timur Tengah bersama Presiden China Xi Jinping pekan ini. Washington menuntut Iran menghentikan program nuklir, sementara Teheran meminta pencabutan sanksi ekonomi dan kompensasi perang.