IHSG Anjlok 1,98 Persen Tertekan Rebalancing Indeks MSCI

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot 1,98 persen ke posisi 6.723 pada perdagangan Rabu (13/5/2026) akibat amblasnya sejumlah saham berkapitalisasi besar. Pelemahan ini dipicu oleh sentimen negatif pasca pengumuman evaluasi kuartalan indeks MSCI yang memicu keluarnya aliran modal asing dari pasar saham Indonesia.

Laju indeks terus tertekan di zona merah sepanjang hari dengan rentang perdagangan pada level 6.787 hingga mencapai titik terendah di 6.705. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dilansir dari Bloombergtechnoz, nilai transaksi mencapai Rp19,79 triliun dengan volume 38,94 miliar saham yang didominasi aksi jual.

Penurunan tajam dipengaruhi oleh pengumuman rebalancing MSCI Global Standards Index dan MSCI Global Small Cap Index periode Mei 2026. Sebanyak enam saham keluar dari kategori Global Standard, sementara 13 saham lainnya dihapus dari daftar Small Cap, sehingga memicu tekanan jual dari dana kelolaan asing.

"Indeks MSCI yang melakukan rebalancing untuk saham Indonesia periode Mei 2026, di mana terdapat 6 saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index serta 13 saham dari MSCI Small Cap Index yang berdampak pada tekanan jual atas rebalancing fund asing serta ETF yang berbasis MSCI," papar Panin Sekuritas.

Analis teknikal memperkirakan indeks sedang menguji area dukungan (support) penting. Jika level tersebut tertembus, terdapat risiko penurunan lebih lanjut menuju rentang yang lebih rendah.

"Di sisi lain, resistance terdekat berada pada MA–5 di level 6.880," analisis Panin.

BRI Danareksa Sekuritas mencatat bahwa posisi indeks saat ini berada di bawah garis rata-rata bergerak (Moving Average) jangka menengah. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual yang masih masif di tengah proses penyesuaian portofolio indeks global.

"Secara teknikal, IHSG saat ini sedang berada dalam tekanan besar setelah bergerak jauh di bawah garis Moving Average–20 (7.205) and MA–60 (7.500). Indeks berpotensi breakdown area support penting dan tengah menguji level 6.787–6.722," analisis BRI Danareksa.

Meskipun indikator kekuatan relatif sudah mendekati area jenuh jual, para analis menilai belum ada sinyal kuat untuk pembalikan arah. Faktor fundamental dan teknikal masih menunjukkan kecenderungan pola penurunan.

"Jika IHSG gagal bertahan di atas area tersebut, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan," lanjut riset yang sama.

Selain faktor domestik, Phillip Sekuritas Indonesia melaporkan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut memperburuk suasana pasar. Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata yang berlangsung satu bulan terakhir kini berada dalam kondisi kritis.

"Komentar ini muncul setelah Pemerintahan Presiden Trump melewati batas waktu 60 hari yang dipersyaratkan oleh Undang-Undang untuk menerima otorisasi penggunaan kekuatan militer," terang Phillip.

Pelemahan sektor barang baku sebesar 4,42 persen dan infrastruktur 2,71 persen menjadi beban utama. Saham-saham seperti BBRI, TPIA, dan AMMN tercatat mengalami koreksi paling dalam.

Daftar Saham Top Losers Penekan IHSGNama EmitenKode SahamPoin Pengurang
Bank Rakyat IndonesiaBBRI15,75
Chandra Asri PacificTPIA15,58
Barito Renewables EnergyBREN15,2
Ekamas Mora RepublikMORA13,96
Dian Swastatika SentosaDSSA11,52
Barito PacificBRPT11,3
Amman Mineral InternasionalAMMN11,29
Astra InternationalASII4
Petrindo Jaya KreasiCUAN3,81
Merdeka Copper GoldMDKA3,69

Secara keseluruhan, terdapat 416 saham yang melemah dibandingkan hanya 239 saham yang menguat. Investor kini bersikap waspada menjelang pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping pada 14-15 Mei mendatang.