IHSG ditutup melemah, terbebani ketidakpastian penyelesaian AS-Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup melemah karena terbebani oleh ketidakpastian penyelesaian konflik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

IHSG ditutup melemah 34,13 poin atau 0,48 persen ke posisi 7.072,39. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,42 poin atau 0,64 persen ke posisi 682,32.

"Mayoritas indeks di bursa kawasan Asia ditutup melemah, di tengah ketidakpastian penyelesaian konflik di Timur Tengah," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari mancanegara, Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan tawaran Iran yang akan membuka Selat Hormuz, dengan syarat AS mencabut blokade dan mengakhiri konflik.

Namun demikian, belum jelas keputusan Trump terhadap proposal Iran tersebut.

Di sisi lain, pelaku tengah menantikan hasil pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed dan komentar Ketua The Fed Jerome Powell pada Rabu (29/4/2026) waktu AS.

Selain itu, pelaku pasar akan mencermati rilis data ekonomi AS selam pekan ini, di antaranya data building permits, durable goods orders dan housing starts, serta indeks PCE Prices dan GDP kuartal I-2026.

Pelaku pasar juga akan mencermati data Economic Sentiment dari Euro Area, yang diperkirakan menurun ke level 94 pada April 2026, dari sebelumnya di level 96,6 pada Maret 2026.Dari AS,

Sementara itu, sesuai estimasi pasar, Bank of Japan (BoJ) mempertahankan suku bunga acuannya tetap di level 0,75 persen pada pertemuan April 2026, di tengah ketidakpastian konflik di Timur Tengah dan meningkatnya harga energi, atau level tertinggi sejak September 1995.

BoJ menaikkan perkiraan inflasi inti tahun fiskal 2026 menjadi 2,8 persen year on year (yoy) dari sebelumnya 1,9 persen (yoy). BoJ juga menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun fiskal 2026 menjadi 0,5 persen dari sebelumnya 1 persen

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah menjelang penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat yaitu dipimpin sektor keuangan yang naik 0,09 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor properti yang naik masing-masing 0,35 persen dan 0,21 persen.

Sedangkan, delapan sektor turun yaitu sektor barang konsumen primer turun paling dalam sebesar 1,44 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor infrastruktur yang masing- masing turun sebesar 1,19 persen dan 0,80 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KOCI, ESIP PPRE, LMPI, dan KJEN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni JAWA, MBSS, PGUN, PSDN, PKPK.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.141.950 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,94 miliar lembar saham senilai Rp17,51 triliun. Sebanyak 339 saham naik, 350 saham menurun, dan 129 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 637,36 poin atau 1,05 persen ke 59.900,00, indeks Hang Seng melemah 245,87 poin atau 0,95 persen ke 25.679,78, indeks Shanghai melemah 7,71 poin atau 0,19 persen ke 4.078,64, sedangkan indeks Strait Times melemah 5,04 poin atau 0,10 persen ke 4.887,69.

Baca juga: IHSG berpotensi volatil di tengah "wait and see" pertemuan The Fed

Baca juga: IHSG Selasa dibuka menguat 21,95 poin

Baca juga: OJK target umumkan direksi BEI terpilih paling lambat pada 22 Juni

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.