IHSG Melesat 0,93 Persen Sesi I Dipicu Optimisme Perdamaian AS dan Iran

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju kuat di zona hijau sepanjang perdagangan hari ini. Penguatan ini berjalan selaras dengan pergerakan bursa saham di Asia yang terdongkrak oleh sentimen positif pasar modal global.

Optimisme tersebut muncul seiring adanya harapan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta kabar mengenai pembukaan kembali jalur strategis di Selat Hormuz dalam waktu dekat. Dilansir dari Bloombergtechnoz, IHSG mengakhiri perdagangan Sesi I pada Senin (25/5/2026) di level 6.219 atau mengalami kenaikan sebesar 0,93% dari posisi penutupan sebelumnya.

Kondisi positif ini juga terlihat pada kelompok saham unggulan LQ45 yang meroket 1,99% menuju posisi 632,12. Seluruh indeks sektoral di pasar modal dalam negeri terpantau mengalami penguatan yang signifikan.

Sektor transportasi mencatat kenaikan tertinggi setelah melesat sebesar 4,18%. Posisi berikutnya diikuti oleh sektor konsumen non-primer yang tumbuh 1,99% dan sektor properti yang meningkat 1,24%.

Sejumlah emiten berhasil mencatatkan peningkatan harga yang tajam sekaligus menjadi top gainers pada perdagangan Sesi I. Saham PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU) memimpin dengan lonjakan sebesar 26,67%.

Selanjutnya, saham PT Tunas Alfin Tbk (TALF) melesat hingga 25% dan saham PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) turut menguat sebanyak 22,41%. Di tingkat regional, bursa saham Asia bergerak kompak di jalur hijau pada pukul 13:20 WIB.

Apresiasi pasar melanda TW Weighted Index (Taiwan) sebesar 3,26%, NIKKEI 225 (Jepang) 2,81%, dan PSEi (Filipina) 1,41%. Kenaikan juga terjadi pada SENSEX (India) sebesar 1,25%, CSI 300 (China) 1,21%, TOPIX (Jepang) 1,11%, SETI (Thailand) 0,85%, Shanghai Composite (China) 0,71%, Shenzhen Comp. (China) 0,55%, Ho Chi Minh Stock (Vietnam) 0,49%, serta Straits Times (Singapura) 0,06%.

Pasar saham regional mendapatkan dorongan setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengumumkan perkembangan diplomasi terbaru. Pihak Iran disebut telah mengajukan sebuah usulan yang cukup kuat mengenai operasional kembali jalur Selat Hormuz.

AS menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam proses negosiasi yang konkret. Langkah diplomasi ini mendapatkan respons positif dari berbagai negara di kawasan Teluk dan internasional.

“Dan harapannya, kita bisa mewujudkan hal tersebut. Langkah ini mendapat banyak dukungan di kawasan Teluk dan juga secara global. Setiap negara yang telah kami ajak berdiskusi memahami bahwa proposal ini tidak hanya sangat masuk akal, tetapi juga merupakan hal yang benar untuk dilakukan demi dunia,” papar Menteri Luar Negeri AS yang dikutip dari Al Jazeera.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa draf kesepakatan damai dengan pihak Iran sudah mendekati tahap akhir. Rencana pembukaan kembali Selat Hormuz diproyeksikan akan segera diumumkan ke publik.

“Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lainnya,” tulis Trump pada Sabtu melalui unggahan di media sosial pribadinya.

Para pejabat dari otoritas Iran menyatakan bahwa proses dialog bilateral bersama pihak AS terus menunjukkan perkembangan yang berarti. Beberapa poin krusial yang sempat memicu perselisihan dijadwalkan akan diselesaikan pada tahap berikutnya.

Dampak pada Harga Minyak dan Arus Logistik

Meredanya tensi geopolitik ini langsung berdampak pada pergerakan harga minyak mentah di pasar internasional. Berdasarkan data komoditas, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di posisi US$91,23 per barel setelah terkoreksi lebih dari 7%.

Sementara itu, minyak mentah jenis Brent mengalami penurunan tajam sebesar 6,47% ke level US$98,25 per barel. Penurunan harga komoditas ini merespons kembalinya aktivitas pelayaran niaga di Selat Hormuz.

Sebuah kapal supertanker pengangkut minyak mentah dari Irak menuju China dilaporkan telah melewati jalur blokade AS menuju Laut Arab. Otoritas maritim mencatat peningkatan aktivitas pelayaran yang cukup signifikan dalam waktu singkat.

Sebanyak 33 armada kapal yang terdiri dari kapal tanker, kapal kontainer, dan kapal komersial telah melintasi Selat Hormuz dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Seluruh kapal tersebut berlayar setelah mengantongi izin resmi dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

“Hubungan kami dengan Iran kini menjadi jauh lebih profesional dan produktif,” tambah Trump.