Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan ketahanan energi terkuat dalam menghadapi krisis global 2026 melalui riset JPMorgan Asset & Wealth Management bertajuk Pandora’s Box: The Global Energy Shock of 2026 pada Rabu (22/4/2026). Tingkat ketahanan energi nasional tercatat mencapai 77 persen.
Data riset tersebut menunjukkan posisi Indonesia berada tepat di bawah Afrika Selatan. Sebagaimana dilansir dari Money, skor ketahanan energi Indonesia tercatat lebih unggul dibandingkan sejumlah negara maju dan berkembang lainnya di tingkat global.
| 1 | Afrika Selatan | 79% |
| 2 | Indonesia | 77% |
| 3 | China | 76% |
| 4 | Amerika Serikat | 70% |
| 5 | Australia | 68% |
| 6 | Swedia | 66% |
| 7 | Pakistan | 65% |
| 8 | Rumania | 64% |
| 9 | Peru | 63% |
| 10 | Kolombia | 60% |
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI M Sarmuji memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, stabilitas pasokan energi sangat dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel saat ini.
"Situasi global saat ini tidak mudah. Konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berdampak langsung pada rantai pasok energi dunia dan memicu ketidakpastian harga. Dalam konteks ini, posisi Indonesia yang relatif kuat bukanlah sesuatu yang terjadi secara kebetulan, melainkan hasil kerja keras dan cerdas dalam membaca situasi," ujar Sarmuji, Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI.
Sarmuji menjelaskan bahwa kemampuan Indonesia bertahan cukup signifikan karena status negara sebagai importir netto minyak. Ketahanan nasional ditopang oleh komposisi domestik yang terdiri dari batu bara 48 persen, gas 22 persen, dan energi terbarukan 7 persen.
"Capaian ini harus dijaga dan ditingkatkan. Ketahanan energi bukan hanya soal hari ini, tetapi juga kesiapan menghadapi masa depan yang penuh risiko. Pemerintah perlu terus bekerja keras dan cerdas agar Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga makin mandiri di sektor energi," kata Sarmuji, Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI.
Kondisi global yang dinamis menuntut pemerintah untuk terus melakukan penguatan sektor energi nasional. Langkah mitigasi yang disarankan meliputi percepatan pengembangan energi terbarukan dan peningkatan efisiensi sektor energi secara menyeluruh.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·