Otoritas Jasa Keuangan menilai pemberian insentif fiskal bagi kendaraan berbasis listrik mampu memperkuat kinerja pembiayaan pada industri multifinance. Kebijakan tersebut diprediksi menurunkan harga jual unit di pasar sehingga meningkatkan daya beli masyarakat pada Jumat, 8 Mei 2026.
Lembaga pengawas keuangan tersebut mencatat bahwa pembebasan pajak kendaraan listrik memiliki potensi besar untuk menekan harga on the road (OTR). Sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz, langkah ini dipandang sebagai katalis positif bagi sektor pembiayaan non-bank.
"Sehingga berpotensi mendorong pertumbuhan segmen pembiayaan kendaraan listrik oleh industri multifinance," kata Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya.
Data otoritas menunjukkan tren positif pada penyaluran dana untuk kepemilikan kendaraan ramah lingkungan. Hingga Maret 2026, total pembiayaan kendaraan listrik oleh perusahaan multifinance telah mencapai angka Rp22,50 triliun.
"Pertumbuhan ini antara lain didukung oleh peningkatan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, serta dukungan kebijakan yang mendorong percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan," kata Agusman.
Capaian nilai pembiayaan tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 35,27 persen secara tahunan (year on year). Akselerasi ini didorong oleh regulasi yang sudah berjalan, termasuk pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian juga sedang merumuskan kebijakan tambahan berupa diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Rencana insentif ini ditargetkan menyasar 100 ribu unit motor listrik dan 100 ribu unit mobil listrik.
Besaran pengurangan PPN direncanakan berkisar antara 40 persen hingga 100 persen yang ditentukan berdasarkan jenis baterai yang digunakan. Kendaraan dengan komponen baterai nikel diproyeksikan akan mendapatkan potongan harga yang lebih signifikan mulai Juni mendatang.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·