Sektor Pariwisata Dorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan I 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Sektor pariwisata dilaporkan menjadi pilar utama yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada triwulan pertama tahun 2026. Capaian ini dipicu oleh lonjakan aktivitas wisatawan domestik dan internasional sejak awal tahun, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz pada Jumat (8/5).

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan bahwa industri yang terkait langsung dengan pariwisata mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data menunjukkan lini akomodasi serta transportasi menjadi penyumbang utama dalam dinamika positif tersebut.

“Sektor akomodasi dan makan minum tumbuh sebesar 13,14%, serta sektor transportasi dan pergudangan tumbuh sebesar 8,04%,” ujar Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata melalui unggahan di media sosialnya.

Widiyanti menjelaskan bahwa angka-angka tersebut membuktikan peran krusial pariwisata bagi pergerakan ekonomi nasional. Sektor perhotelan, restoran, hingga jasa angkutan mendapatkan dampak paling positif dari tingginya mobilitas masyarakat dan kunjungan pelancong.

Di tengah tantangan geopolitik dunia yang sedang bergejolak, khususnya di kawasan Timur Tengah, arus kedatangan wisatawan mancanegara tetap menunjukkan tren yang kuat. Tercatat ada kenaikan jumlah kunjungan wisman sebesar 8,62 persen jika dikomparasikan dengan triwulan pertama tahun sebelumnya.

“Dengan pertumbuhan wisatawan dari bermacam negara, terutama Asia Tenggara dan Oceania,” kata Widiyanti Putri Wardhana.

Peningkatan tidak hanya terjadi pada pasar internasional, melainkan juga pada pergerakan wisatawan nusantara yang melonjak 13,14 persen. Pertumbuhan domestik ini dipengaruhi oleh sejumlah momentum hari raya dan libur panjang seperti Imlek, Nyepi, dan Lebaran yang memicu pergerakan massa secara masif.

Efek dari tingginya mobilitas domestik ini terlihat pada angka konsumsi di sektor hotel dan restoran yang meningkat 7,38 persen. Menpar menilai hal ini menjadi indikator bahwa daya beli masyarakat Indonesia masih tetap stabil meskipun sedang berada dalam dinamika ekonomi global yang tidak menentu.

“Artinya, pemerintah berhasil menjaga daya beli masyarakat dan ini penting sekali untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Widiyanti Putri Wardhana.

Menpar menambahkan bahwa performa pada tiga bulan pertama tahun ini merefleksikan resiliensi industri pariwisata dalam negeri. Selain itu, kondisi tersebut juga menandakan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat internasional terhadap berbagai destinasi wisata yang ada di tanah air.

“Terima kasih kepada seluruh pelaku ekosistem pariwisata yang sungguh luar biasa dalam memajukan pariwisata kita,” kata Widiyanti Putri Wardhana.

Pemerintah memberikan apresiasi tinggi kepada para pemangku kepentingan di industri ini atas peran besar mereka dalam menjaga momentum pertumbuhan. Keberhasilan ini diharapkan dapat terus berlanjut pada periode-periode berikutnya sepanjang tahun 2026.