Investor Asing Jual Bersih Saham RI Rp 1,53 Triliun Dampak Indeks MSCI

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Arus modal keluar melanda pasar modal Indonesia setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan penghapusan 18 saham asal Indonesia dari indeksnya. Fenomena ini memicu aksi jual bersih besar-besaran oleh investor mancanegara pada perdagangan Rabu (13/5).

Dilansir dari Detik Finance, data RTI Business menunjukkan investor asing membukukan aksi jual bersih atau net foreign sell mencapai Rp 1,53 triliun. Tekanan jual ini secara signifikan membebani pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Aksi pelepasan aset tersebut terkonsentrasi pada deretan saham unggulan atau kategori blue chip. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menempati posisi teratas dengan nilai jual bersih sebesar Rp 273,55 miliar.

Posisi kedua ditempati oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatatkan net foreign sell senilai Rp 139,8 miliar. Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berada di urutan ketiga dengan nilai Rp 123,7 miliar.

Selanjutnya, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan tekanan jual sebesar Rp 91,8 miliar. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) juga masuk dalam daftar lima besar dengan aksi jual bersih senilai Rp 62,7 miliar.

Kondisi ini membuat IHSG terkoreksi tajam sebesar 1,98 persen dan ditutup pada level 6.723,32. Total volume transaksi di pasar mencapai 38,94 miliar saham dengan akumulasi nilai transaksi sebesar Rp 19,79 triliun.

Pelemahan pasar ini dipicu kekhawatiran para pemilik modal terhadap didepaknya sejumlah saham dari indeks MSCI Global Standard Index. Mengingat statusnya sebagai saham penopang indeks, pencoretan ini memberikan sentimen negatif yang cukup kuat.

Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai fenomena ini terjadi akibat merosotnya daya tarik instrumen tersebut bagi pemodal internasional. MSCI selama ini menjadi standar utama bagi investor asing dalam menempatkan dana mereka di Indonesia.

"Adapun pengumuman ini menjadi sentimen negatif bagi IHSG sebab saham-saham yang dihapus ini kemungkinan besar akan kehilangan daya tarik di mata investor asing yang hanya berpatokan pada indeks MSCI," ujarnya.