Iran Eksekusi Mati Ehsan Afreshteh Atas Tuduhan Spionase Israel

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Pemerintah Iran melakukan eksekusi mati terhadap seorang pria bernama Ehsan Afreshteh yang dituduh menjadi mata-mata untuk badan intelijen Israel, Mossad, pada Rabu (13/5/2026) pagi. Dilansir dari Detikcom, terpidana dinyatakan bersalah atas tindakan menjual informasi sensitif kepada pihak Israel.

Hukuman gantung ini menambah daftar panjang pelaksanaan hukuman mati di Teheran selama periode konflik bersenjata melawan Amerika Serikat dan Israel. Informasi mengenai pelaksanaan hukuman ini dirilis oleh situs web Mizan Online yang dikelola otoritas kehakiman Iran.

"Ehsan Afreshteh, seorang mata-mata yang dilatih oleh Mossad di Nepal yang menjual informasi sensitif kepada Israel, telah dieksekusi mati," kata Mizan Online dalam laporannya.

Afreshteh sebelumnya telah menjalani proses hukum di pengadilan terkait kolaborasi dengan pihak asing. Putusan hukuman tersebut kemudian diputuskan tetap setelah melalui tahap peninjauan di tingkat tertinggi peradilan Iran.

"Ditangkap dan diadili karena spionase dan kolaborasi dengan rezim Zionis, dia dihukum gantung pagi ini setelah... putusan tersebut diperkuat oleh Mahkamah Agung," sebut Mizan Online.

Lonjakan eksekusi mati di wilayah Iran dilaporkan meningkat signifikan sejak pecahnya perang pada akhir Februari lalu. Fokus utama penegakan hukum ini menyasar kasus-kasus spionase serta dugaan pelanggaran keamanan nasional lainnya.

Berdasarkan data kelompok hak asasi manusia termasuk Amnesty International, Iran menempati posisi kedua di dunia setelah China dalam jumlah pelaksanaan hukuman mati. Eksekusi terbaru ini hanya berselang dua hari dari hukuman gantung terhadap seorang mahasiswa teknik penerbangan pada Senin (11/5) atas tuduhan serupa.

Laporan dari organisasi Iran Human Rights (IHR) dan Together Against the Death Penalty (ECPM) mencatat angka eksekusi yang sangat tinggi pada periode sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, Iran tercatat telah mengeksekusi sedikitnya 1.639 orang, yang menjadi angka tertinggi dalam kurun waktu tiga dekade terakhir sejak 1989.