Mohsen Rezaei selaku penasihat senior pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan peringatan terbaru bahwa babak baru peperangan dengan Amerika Serikat (AS) akan menjadi bencana besar bagi pihak Washington pada Kamis (30/4), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Mantan Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tersebut menegaskan kekuatan militer Iran mampu memberikan dampak destruktif terhadap kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan perairan strategis Timur Tengah.
"Sejarah akan mencatat bahwa bangsa Iran menenggelamkan kekuatan adidaya Amerika di Teluk Persia dan Laut Oman," kata Rezaei, penasihat senior pemimpin tertinggi Iran.
Pihak keamanan Iran juga mengklaim telah menerima peringatan dari internal militer Amerika mengenai risiko kerugian personel dan aset jika konfrontasi bersenjata ini terus dipaksakan oleh pemerintah mereka.
"Para personel militer Amerika memperingatkan jika negara tersebut melanjutkan perang, ada kemungkinan kapal-kapal mereka akan ditenggelamkan dan tentara-tentara mereka terbunuh," imbuh Rezaei, yang juga anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran.
Ancaman tersebut mencakup potensi penahanan tentara Amerika Serikat dalam jumlah besar apabila serangan baru benar-benar diluncurkan ke wilayah kedaulatan Iran.
"seharusnya mengharapkan bahwa kami akan menawan sejumlah besar pasukan mereka," tegas Rezaei.
Rezaei menawarkan solusi diplomasi melalui sepuluh syarat ketat, termasuk penghentian agresi permanen, pencabutan sanksi, dan pemberian kompensasi perang, di tengah tekanan politik yang dihadapi Donald Trump untuk mengakhiri konflik yang memicu kenaikan harga BBM.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump telah menolak proposal pembukaan Selat Hormuz yang diajukan Iran karena Teheran meminta pencabutan blokade laut terlebih dahulu sebelum kesepakatan nuklir tercapai.
Meskipun blokade dianggap sebagai alat tawar, Komando Pusat AS (CENTCOM) dilaporkan tengah menyiapkan rencana serangan udara singkat dan kuat, walau Trump sejauh ini belum memberikan izin untuk tindakan militer tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·