Jaksel perkuat pengawasan siswa cegah tawuran dan perundungan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) memperkuat pengawasan siswa untuk mencegah tawuran dan perundungan (bullying) baik di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.

"Isu perundungan, pelecehan, tawuran, dan berbagai permasalahan lain yang melibatkan anak masih kerap terjadi dan harus segera diatasi dengan baik," kata Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan di Ruang Dirgantara Kantor Wali Kota setempat, Jakarta, Kamis.

Ali mengingatkan pentingnya peningkatan pengawasan terhadap peserta didik untuk mencegah berbagai permasalahan negatif. Oleh karena itu, kegiatan ini merupakan momentum yang tepat untuk menyelaraskan visi serta mencari langkah-langkah konkret dan solutif dalam mengatasi berbagai persoalan tersebut.

Menurut dia, penanganan permasalahan anak tidak dapat dibebankan hanya kepada guru atau pihak sekolah. Namun, perlu keterlibatan berbagai pihak, mulai dari keluarga hingga masyarakat untuk bersama-sama membangun karakter anak.

Tantangan dunia pendidikan saat ini, kata Ali, tidak hanya berkaitan dengan pembentukan karakter, tetapi juga mencakup aspek tata kelola keuangan dan manajemen sekolah.

"Saya mengimbau seluruh peserta agar mengikuti rangkaian kegiatan ini dengan saksama agar dapat meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan," ucapnya.

Baca juga: Polisi amankan 11 remaja hendak tawuran di Jagakarsa Jaksel

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana mengapresiasi kegiatan tersebut karena mampu menyatukan berbagai pemangku kepentingan sekaligus membuka ruang kreativitas bagi peserta didik.

"Saat ini banyak ruang yang perlu dimanfaatkan sebagai wadah kreativitas anak-anak, dan kita melihat potensi itu mulai berkembang," ucapnya.

Ia menambahkan, sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang berbudaya, diperlukan upaya bersama untuk menekan berbagai permasalahan anak. Peran dunia pendidikan dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut.

"Harapan kami, kegiatan ini dapat melahirkan program yang berkontribusi terhadap indikator Jakarta sebagai kota global yang berbudaya," kata Nahdiana.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Sarwoko memaparkan, kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi, sinergi, serta kapasitas pengelolaan satuan pendidikan.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut diikuti oleh 229 kepala sekolah negeri dari berbagai jenjang, mulai dari TK hingga SMA/SMK, serta 50 kepala SD swasta dan 48 kepala subbagian tata usaha tingkat SMA dan SMK.

"Melalui materi yang disampaikan narasumber ini diharapkan para kepala sekolah memiliki pemahaman yang lebih mendalam serta mampu mengimplementasikan prinsip tata kelola yang baik untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman," ucap Sarwoko.

Baca juga: Pramono buka peluang buat Pergub soal penanganan perundungan

Baca juga: Tekan angka kekerasan pada anak, Pemprov DKI luncurkan komik digital

Baca juga: Pemkot Jaksel gencarkan sosialisasi cegah perundungan di sekolah

Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.