Jakarta (ANTARA) - Warga Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, merasakan manfaat penggunaan jaringan gas (jargas) bumi yang lebih hemat dan aman, dengan biaya lebih rendah dibanding elpiji serta mendukung kelancaran aktivitas rumah tangga dan usaha.
Sugeng, salah satu pelanggan rumah tangga jargas di Sidoarjo, mengaku pengeluarannya kini jauh lebih hemat dibandingkan saat masih menggunakan elpiji untuk kebutuhan memasak sehari-hari di rumahnya.
"Pemakaian jargas selama sebulan rata-rata hanya habis sekitar 70 sampai 90 ribu rupiah. Ini jauh lebih hemat dibandingkan saat masih pakai elpiji yang bisa habis sekitar 120 ribu rupiah (per bulan)," kata Sugeng saat berbincang dengan Anggota Komite BPH Migas Arief Wardono dan Hasbi Anshory di Sidoarjo, sebagaimana keterangannya, yang dikutip di Jakarta, Kamis.
Manfaat hadirnya jargas di Kabupaten Sidoarjo kian dirasakan oleh masyarakat, mulai dari rumah tangga hingga pelaku usaha.
Penggunaan energi rendah emisi itu mampu menekan biaya sekaligus memberikan rasa aman dalam penggunaan sehari-hari.
Dalam monitoring lapangan yang dilakukan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), pelanggan kategori rumah tangga (RT) dan pelanggan kecil (PK) mengaku merasakan efisiensi biaya yang dikeluarkan setiap bulannya.
Cerita serupa juga disampaikan Dewi, pelaku usaha katering kategori pelanggan kecil.
Ia menilai jargas tak hanya efisien, tetapi juga lebih aman digunakan untuk menunjang aktivitas usahanya.
"Pemanfaatan jargas ini jauh lebih aman untuk kami pengguna gas UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) katering," kata Dewi.
Dewi mengungkapkan penggunaan jargas lebih praktis karena tidak perlu lagi mengganti tabung saat elpiji habis, sehingga operasional usaha dapat berjalan lebih lancar tanpa gangguan.
Arief Wardono menjelaskan salah satu tugas BPH Migas adalah menetapkan harga jual jargas kepada masyarakat.
Karena itu, monitoring lapangan diperlukan untuk memastikan kebijakan berjalan optimal.
"Program unggulan pemerintah ini menjamin keamanan, ketersediaan, serta kemudahan penggunaan, sehingga kami melihat minat masyarakat untuk memasang jargas terus meningkat," terangnya.
Arief pun berharap optimalisasi pemanfaatan gas bumi melalui jargas dapat memperluas akses dan pemerataan energi sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap elpiji.
"Pemerintah terus menambah jangkauan jargas, agar proses konversi dari elpiji ke jaringan gas bumi dapat berjalan lebih cepat," tuturnya.
Sementara, Hasbi Anshory menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kelancaran pemanfaatan jargas, termasuk melaporkan apabila terdapat kendala yang ditemui.
"Keuntungan menggunakan jargas adalah sistemnya yang terkontrol dan petugas selalu melakukan monitoring di lapangan agar setiap rumah tangga dan pelaku usaha merasa aman saat menggunakan energi ini," ucapnya.
Hasbi menegaskan keamanan dan kenyamanan pengguna menjadi prioritas utama dalam implementasi program jargas.
"Pengawasan yang ketat menjadi kunci agar distribusi gas tetap stabil dan dapat diandalkan oleh masyarakat," katanya.
Kegiatan itu turut dihadiri Manager Infrastructure & Operations City Gas PT Pertagas Niaga Dwi Wahyono.
Baca juga: BPH Migas pastikan penyaluran BBM semakin akurat dan tepat sasaran
Baca juga: BPH Migas: Surat rekomendasi BBM permudah nelayan Teluk Bayur melaut
Baca juga: BPH Migas cek kewajaran penyaluran BBM subsidi di Padang
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·