Jakarta (ANTARA) - Jenama sepatu lokal Ortuseight siap menunjang performa atlet Indonesia lewat produk inovasi baru sepatu hybrid.
Senior Brand Communication Manager Ortuseight Yuda Amardika mengatakan bahwa saat ini sepatu hybrid dengan spesifikasi tinggi sangatlah sulit diperoleh atlet Indonesia, oleh sebab itu melalui inovasi ini ia berharap dapat menunjang performa atlet Merah Putih.
"Yang paling menarik itu sepatu track and field dan hybrid sport. Kalau diperhatikan, atlet di Indonesia kesulitan mencari sepatu spike dengan spesifikasi tinggi. Harganya mahal dan barangnya jarang,” ujar Yuda dalam keterangan resmi, Kamis.
Yuda mengatakan bahwa jenama yang berdiri sejak tahun 2011 ini ingin mengisi celah tersebut sebagai jenama lokal yang mampu menghadirkan produk dengan standar tinggi.
“Kami melihat banyak kebutuhan dari atlet. Bahkan ada yang mengeluh kenapa belum ada sepatu spike lokal. Kami ingin jadi solusi," ungkap Yuda.
Baca juga: ASICS luncurkan aparel baru dukung komunitas padel Indonesia
Yuda menambahkan bahwa perkembangan kebutuhan atlet saat ini turut menjadi dasar inovasi produk, khususnya meningkatnya intensitas gym session dalam program latihan.
“Sekarang atlet tidak hanya fokus di lapangan. Mereka punya sesi gym khusus, jadi butuh sepatu yang memang didesain untuk itu. Dengan produk ini, kebutuhan atlet dari latihan hingga pertandingan bisa terpenuhi,” kata Yuda.
Dalam peluncuran produk inovasi terbarunya ini, Ortuseight menyoroti tiga produk unggulan yakni hyperfit untuk kebutuhan hybrid fitness, lini padel series lewat vector bandeja, serta track and field series seperti aeroflash dan aeroswift yang mengedepankan kecepatan dan bobot ringan.
Untuk peluncuran resmi ke pasar, Ortuseight menargetkan beberapa produk mulai tersedia pada Mei 2026. Khusus sepatu di lintasan dan lapangan, proses registrasi ke federasi atletik dunia juga tengah dilakukan agar dapat digunakan secara resmi di kompetisi internasional.
Baca juga: Kemolekan burung Cendrawasih di sepatu Island Series Papua
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·