John Phelan Mundur dari Jabatan Menteri Angkatan Laut Amerika Serikat

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pentagon mengumumkan pengunduran diri Menteri Angkatan Laut Amerika Serikat John Phelan pada Rabu di tengah situasi konflik dengan Iran dan pembersihan jajaran pejabat militer senior oleh Departemen Pertahanan. Dilansir dari Detikcom, posisi administratif tertinggi di matra laut tersebut kini dialihkan kepada Hung Cao.

Juru bicara Pentagon Sean Parnell mengonfirmasi bahwa keputusan pengunduran diri tersebut segera berlaku efektif melalui pernyataan resmi di media sosial. Phelan menjadi pejabat tinggi militer kesekian yang meninggalkan posisinya dalam beberapa bulan terakhir di masa pemerintahan saat ini.

"Atas nama Menteri Perang dan Wakil Menteri Perang, kami berterima kasih kepada Phelan atas pengabdiannya kepada Departemen dan Angkatan Laut AS," tulis juru bicara Pentagon Sean Parnell.

Pihak militer menyampaikan apresiasi atas dedikasi pengusaha tersebut selama menjabat di Departemen Pertahanan. Phelan sebelumnya dilantik pada Maret 2025 setelah dicalonkan oleh Presiden Donald Trump.

"Kami mendoakan yang terbaik bagi masa depannya," tambah Parnell.

Mundurnya Phelan diduga berkaitan dengan ketegangan internal mengenai inisiatif pembangunan armada kapal perang baru yang dikenal sebagai Golden Fleet. Sejumlah sumber menyebut adanya perselisihan antara Phelan dengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth terkait implementasi program pengadaan kapal tersebut.

Mantan Wakil Asisten Menteri Luar Negeri AS Andrew Peek menilai ada faktor politis di balik pergantian kepemimpinan ini. Ia melihat adanya kebutuhan untuk mencari pihak yang bertanggung jawab atas lambatnya kemajuan proyek maritim pemerintah.

"Pada akhirnya, seseorang akan dijadikan kambing hitam atas kurangnya kemajuan. Saya kira itu sekitar 30% alasannya," ujar Andrew Peek, Mantan Wakil Asisten Menteri Luar Negeri AS.

Selain masalah kinerja, Peek menganggap pergantian ini merupakan langkah strategis untuk menempatkan sosok yang lebih loyal terhadap agenda politik presiden. Hung Cao sebagai pengganti dinilai memiliki posisi yang lebih kuat di mata pendukung pemerintah.

"Sisanya 70%pengganti Phelan sangat dikenal oleh basis pendukung MAGA. Saya kira ini sekadar penggantian dengan seseorang yang lebih disukai dan dipercaya presiden," tambah Peek.

Hung Cao yang menggantikan Phelan merupakan veteran dengan pengalaman 25 tahun di Angkatan Laut. Saat mencalonkan diri sebagai Senat pada 2024, Cao sempat menarik perhatian publik lewat pernyataannya mengenai standar personel militer yang dibutuhkan Amerika Serikat.

"Yang kita butuhkan adalah laki-laki alfa dan perempuan alfa yang rela mengorbankan diri, memakannya, lalu meminta tambah. Itulah pemuda-pemudi yang akan memenangkan perang," kata Hung Cao, Wakil Kepala Staf AL.

Pergantian ini terjadi saat ketegangan di Selat Hormuz meningkat akibat blokade pelabuhan Iran oleh militer AS. Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan bahwa Presiden tetap mendukung penuh operasi militer di wilayah vital perdagangan minyak tersebut.

"puas," kata Karoline Leavitt, Juru Bicara Gedung Putih, mengenai blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran.

Leavitt menambahkan bahwa kebijakan tersebut telah menempatkan pihak lawan dalam kondisi tekanan yang signifikan. Meski demikian, pihak Iran melalui Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan menutup kemungkinan pembukaan kembali jalur laut tersebut.

"tidak mungkin," tegas Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Tim Negosiasi Iran, terkait peluang pembukaan kembali Selat Hormuz.

Ghalibaf menyebut pelanggaran gencatan senjata oleh pihak AS dan Israel menjadi alasan utama kebuntuan negosiasi. Situasi di jalur perdagangan global tersebut masih terus bergejolak seiring dengan penyitaan kapal yang dilakukan oleh otoritas Iran.