Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) tengah melakukan simulasi dan pengkajian untuk meningkatkan dukungan bagi 26.000 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), termasuk potensi kenaikan insentif bulanan bagi para relawan tersebut.
"Sampai sekarang kami ingin memberikan dukungan lebih kepada teman-teman Tagana, tetapi kami masih terus melakukan simulasi untuk menambah anggaran sesuai dengan kemampuan keuangan negara," kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf usai seremoni memperingati HUT ke-22 Tagana di Jakarta, Kamis sore.
Mensos menjelaskan para personel Tagana tersebut berstatus sebagai relawan pilar sosial dengan dukungan insentif senilai Rp250.000 per bulan.
Baca juga: Mensos instruksikan Tagana perkuat respons cepat dan tepat sasaran
Meskipun saat ini anggaran masih diprioritaskan untuk program lain, Mensos memastikan kesejahteraan Tagana tetap menjadi perhatian pemerintah, sebagaimana pendamping penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek)
Menurut Mensos, insentif personel Tagana layak untuk dipertimbangkan mengingat dedikasi mereka yang selama 22 tahun telah membantu tugas-tugas kemanusiaan, mulai dari evakuasi, penyiapan logistik, pendirian dapur umum, hingga pemberian bantuan psikososial saat masa kedaruratan maupun rehabilitasi pascabencana.
"Tagana adalah bagian dari pilar-pilar Kementerian Sosial yang selalu hadir dalam suasana bencana. Mereka bekerja berkolaborasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan relawan lainnya," kata Mensos Saifullah Yusuf.
Baca juga: Kemensos kerahkan Tagana bantu korban pesantren ambruk di Sidoarjo
Kementerian Sosial secara khusus juga meminta pemerintah daerah menyiapkan program-program meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Tagana melalui berbagai pelatihan intensif.
Sebagaimana di tingkat pusat, kata Mensos, personel Tagana terus didorong aktif mengikuti edukasi dan simulasi bencana bersama berbagai instansi seperti Basarnas, TNI, Polri, dan juga komunitas termasuk di sekolah-sekolah yang berada di wilayah rawan bencana.
Baca juga: Kemensos kirim Tagana bantu evakuasi korban longsor di Pekalongan
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·