Kader Partai NasDem Protes Keras Laporan Utama Majalah Tempo

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Sejumlah kader Partai NasDem menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Tempo pada Selasa (14/4/2026) untuk memprotes laporan utama dan sampul majalah yang mengulas wacana merger dengan Partai Gerindra. Para kader menuntut permintaan maaf resmi karena menilai pemberitaan tersebut merendahkan martabat Ketua Umum Surya Paloh.

Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta, Wibi Andrino, menyatakan bahwa visual pada sampul Majalah Tempo mengandung framing yang tidak etis meskipun pihaknya tetap terbuka terhadap kritik. Menurut Wibi, kritik seharusnya disampaikan berdasarkan substansi, bukan melalui ilustrasi yang menjatuhkan kehormatan pimpinan partai.

Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, membantah penggunaan istilah merger dalam laporan tersebut dan menegaskan bahwa Surya Paloh hanya menawarkan konsep blok politik atau political block. Willy menilai redaksi Tempo tidak memahami literatur politik Indonesia yang memiliki sejarah panjang mengenai fusi atau blok politik sejak era Orde Lama.

Wakil Ketua Baleg DPR dari Fraksi NasDem, Martin Manurung, menyebut laporan tersebut sebagai bentuk kebebasan pers yang kebablasan dan telah melanggar kode etik jurnalistik. Martin mendesak Dewan Pers untuk segera melakukan evaluasi dan pengawasan ketat terhadap praktik jurnalistik tersebut tanpa harus menunggu laporan resmi.

Ketua DPW NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST, turut menegaskan bahwa tidak pernah ada pembahasan mengenai peleburan atau akuisisi NasDem oleh pihak lain. Iskandar menekankan bahwa partai tersebut didirikan sebagai wadah perjuangan rakyat, sehingga isu mengenai NasDem akan 'dibeli' oleh partai lain adalah tidak benar.

Merespons gelombang protes tersebut, Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menyatakan pihaknya menghormati segala bentuk penilaian masyarakat sebagai masukan bagi redaksi. Setri menegaskan bahwa sengketa pemberitaan harus diselesaikan melalui mekanisme resmi di Dewan Pers sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

"Hak jawab adalah hak siapa saja yang muncul dalam pemberitaan, dan menjadi tanggung jawab media untuk memuatnya," kata Setri Yasra, Pemimpin Redaksi Tempo. Pihak Tempo menyatakan hingga Selasa sore belum menerima kiriman hak jawab atau koreksi resmi dari pihak Partai NasDem terkait laporan yang dipermasalahkan tersebut.