KAI Commuter mengamankan puluhan barang milik penumpang KRL yang menjadi korban kecelakaan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Rabu (29/4/2026). Upaya pengamanan ini dilakukan untuk memfasilitasi pemilik atau keluarga korban yang ingin mengambil barang-barang yang tertinggal di lokasi kejadian.
Dilansir dari Detikcom, berbagai jenis benda seperti laptop, tas, ponsel, jam tangan, hingga dokumen kendaraan ditemukan di area tersebut dalam kondisi beragam. Sejumlah barang nampak mengalami kerusakan fisik akibat benturan keras yang terjadi saat insiden kecelakaan pada Senin (27/4) malam lalu.
Public Relations Manager KAI Commuter, Leza Arlan, mengungkapkan bahwa dari total temuan awal, sebagian besar barang masih tersimpan di ruang staf stasiun. Pihak manajemen mencatat adanya penurunan jumlah inventaris barang seiring dengan kedatangan pihak keluarga korban untuk melakukan klaim.
"Untuk barang-barang yang kami temukan totalnya ada 84. Sudah diambil pemilik maupun keluarga pemilik 20 barang dan sekarang tersisa 64 barang," ujar Leza Arlan, Public Relations Manager KAI Commuter.
Pengambilan barang dilakukan dengan prosedur verifikasi data yang ketat guna memastikan ketepatan kepemilikan. Leza Arlan menjelaskan bahwa setiap individu yang datang harus membawa dokumen identitas resmi sebagai syarat administratif pendataan petugas di lapangan.
"Bagi keluarga pemilik ataupun pemilik yang ingin mengambil kami persilakan. Barang-barang tersebut tersimpan di ruang staf Stasiun Bekasi Timur. Pemilik atau keluarga pemilik barang bisa mengambil barang tersebut dengan menunjukkan identitas, bisa KTP maupun KK," ujarnya.
Tragedi ini bermula ketika sebuah taksi tertemper KRL di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur yang menyebabkan rangkaian kereta harus berhenti lebih lama. Di saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek datang dari arah belakang dan menabrak rangkaian KRL tersebut hingga mengakibatkan 16 orang tewas dan puluhan lainnya luka-laki.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·