KAI Uji Coba Lokomotif CC205 Perkuat Distribusi Batu Bara

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melaksanakan uji coba operasional lokomotif CC205 di lintasan Sumatra Selatan pada Selasa, 12 Mei 2026. Langkah ini diambil guna meningkatkan kapasitas angkutan batu bara sebagai dukungan terhadap distribusi logistik energi nasional.

Dilansir dari Money, pengujian tersebut difokuskan pada pengukuran kemampuan sarana dalam menarik beban berat di medan yang menantang. KAI berupaya memastikan kesiapan armada seiring dengan meningkatnya kebutuhan pasokan energi untuk wilayah Jawa dan Bali.

"Untuk meningkatkan kapasitas angkutan batu bara, KAI terus melakukan penguatan sarana dan pengujian operasional. Pengujian dilakukan dengan menarik rangkaian 60 gerbong batu bara pada lintasan menanjak," kata Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI dalam keterangan resmi pada Rabu, 13 Mei 2026.

Simulasi teknis dilakukan dengan menghentikan rangkaian kereta di beberapa titik tanjakan, kemudian rel disiram air untuk menguji kemampuan adhesi lokomotif. Hasilnya, lokomotif CC205 terbukti mampu menarik beban sekitar 4.000 ton pada kondisi lintasan berat tersebut.

"Keandalan distribusi logistik akan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan ketahanan energi nasional. Karena itu, pengembangan kapasitas dilakukan dengan pendekatan yang terukur dan berbasis kebutuhan jangka panjang," ujar Anne.

Peningkatan kapasitas ini menjadi krusial mengingat batu bara masih menjadi sumber energi utama pembangkit listrik di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, wilayah Jawa dan Bali yang dihuni 163 juta penduduk sangat bergantung pada stabilitas pasokan komoditas ini.

"Distribusi energi memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan produktivitas ekonomi. Karena itu, pola angkut yang stabil menjadi penting agar rantai pasok energi dapat berjalan dengan baik," kata Anne.

Sepanjang periode Januari hingga April 2026, KAI mencatat telah mengangkut 1,6 juta ton batu bara, dengan volume khusus pada April mencapai 4,6 juta ton. Penggunaan moda kereta api dinilai lebih efisien karena satu perjalanan lokomotif CC205 setara dengan kapasitas 120 truk kontainer 40 kaki.

Proyek pengembangan sarana ini merupakan bagian dari investasi besar KAI senilai 222,5 juta dollar AS atau setara Rp 3,56 triliun. Perusahaan menargetkan total angkutan batu bara mencapai 111,2 juta ton pada tahun 2029 mendatang.

"Distribusi energi sering kali bekerja di balik aktivitas masyarakat tanpa banyak terlihat, namun memiliki pengaruh besar terhadap keberlangsungan kehidupan sehari-hari," ujar Anne.

Dalam pengembangannya, KAI juga menggandeng PT INKA untuk memproduksi gerbong datar BM 54 ton guna mengoptimalkan tingkat komponen dalam negeri. Fokus distribusi saat ini diarahkan pada pengembangan jalur di Sumatra Selatan, termasuk proyek Kertapati dan Tarahan II.

"Ketika distribusi energi berjalan stabil ruang belajar akan tetap terang, layanan kesehatan tetap beroperasi, dan aktivitas ekonomi dapat terus bergerak," tutup Anne.