Kapuas masuk daerah risiko tinggi rawan kebakaran hutan dan lahan

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi titik panas diperkirakan mulai meningkat pada Mei dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026

Kuala Kapuas (ANTARA) - Wakil Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah, Dodo mengungkapkan berdasarkan Kajian Risiko Bencana Nasional Tahun 2022–2026, kabupaten setempat termasuk daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan tingkat risiko tinggi.

"Jadi, diperlukan kesiapsiagaan dan kerja sama seluruh pihak dalam upaya mencegah dan menangani karhutla ini," kata Dodo di Kuala Kapuas, Rabu.

Menurut dia, secara keseluruhan luas risiko karhutla di daerah ini mencapai 1.443.774 hektare.

Hal itu disampaikan Dodo saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla di Wilayah Kabupaten Kapuas Tahun 2026. yang berlangsung di Aula Kantor Bapperida Kapuas.

Baca juga: Menhut: RI tingkatkan kewaspadaan hadapi El Nino dan kemarau panjang

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau serta potensi meningkatnya titik panas (hotspot) di wilayah kabupaten setempat.

"Karhutla bukan hanya soal api, tetapi dampak kabut asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan, pendidikan, transportasi hingga ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, ini menjadi tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Lebih lanjut, disampaikan, berdasarkan prakiraan BMKG, potensi titik panas diperkirakan mulai meningkat pada Mei dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Pemkab Kapuas menekankan beberapa langkah penting, di antaranya mengaktifkan kembali Posko Siaga Karhutla di tingkat desa dan kelurahan, meningkatkan patroli terpadu, serta memberdayakan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Baca juga: BNPB: Penyebab karhutla di Kaltara dalam penyelidikan

Selain itu, penegakan hukum terhadap pembakaran lahan juga menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah meminta aparat penegak hukum bersama Satgas Karhutla menindak tegas pelaku pembakaran lahan sesuai aturan yang berlaku.

Perusahaan perkebunan, HPH, HTI maupun perusahaan pertambangan juga diingatkan agar aktif menjaga wilayah konsesi dan sekitarnya dari ancaman kebakaran.

Pemkab Kapuas juga menekankan pentingnya sinergi antara BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, serta seluruh unsur terkait dalam satu komando penanganan karhutla.

Di samping itu, edukasi kepada masyarakat terkait pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) terus didorong dengan melibatkan tokoh adat dan tokoh agama.

Dodo turut mengingatkan agar kejadian kabut asap besar yang pernah terjadi pada tahun 2015 hingga 2019, tidak kembali terulang.

"Mari kita jadikan Kabupaten Kapuas sebagai contoh daerah yang berhasil menekan angka karhutla melalui kerja kolaboratif yang solid," demikian Dodo.

Baca juga: Manggala Agni berjibaku padamkan karhutla di Pelalawan Riau

Pewarta: Kasriadi/All Ikhwan
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.