Kawal Kartu Huma Betang, Mahasiswa dan Pemuda Kalteng Bakal Jadi Stafsus Gubernur

Sedang Trending 54 menit yang lalu

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) berencana membuka rekrutmen staf khusus (stafsus) dari kalangan mahasiswa dan pemuda untuk membantu mengawal kebijakan strategis gubernur, khususnya program Kartu Huma Betang Sejahtera.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng, Reza Prabowo, mengatakan pihaknya telah melaporkan sejumlah skema pembentukan stafsus kepada Gubernur Kalteng dan mendapat persetujuan awal terkait mekanisme pelaksanaannya.

“Jadi ada beberapa skema yang kita tawarkan kepada beliau, apakah memang penunjukannya langsung itu seperti apa, dan kita sudah siapkan juga mekanisme seleksinya, dan alhamdulillah beliau setuju,” kata Reza, Sabtu (23/5/2026).

Dia menjelaskan, stafsus mahasiswa dan pemuda nantinya akan dibagi berdasarkan sektor tertentu, seperti pertanian, ekonomi, hingga pendidikan. Namun, tugas utama mereka tetap berfokus pada pengawalan program prioritas gubernur.

“Stafsus itu nanti dibagi per sector. Jadi ada yang menangani sektor pertanian, sektor ekonomi, sektor pendidikan, tapi tugas utamanya adalah mengawal kebijakan bapak gubernur, khususnya Kartu Huma Betang,” ujarnya.

Menurut Reza, Kartu Huma Betang ini menjadi salah satu program strategis yang perlu pengawalan intensif, karena mencakup berbagai bidang layanan masyarakat. Mulai dari kesehatan, pendidikan, bantuan pendidikan, hingga ketahanan pangan.

“Karena Kartu Huma Betang itu selain janji politik bapak gubernur, juga banyak sekali program-program strategis. Ada kesehatan, pendidikan, bantuan pendidikan, pangannya juga ada, lengkap di situ,” katanya.

Electronic money exchangers listing

Terkait jumlah kebutuhan personel, Reza menyebut rencana awal mengacu pada hasil pertemuan gubernur bersama unsur mahasiswa, organisasi kepemudaan Cipayung, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), hingga Himpunan Mahasiswa (Hima) se-Kalimantan Tengah yang mengusulkan sekitar 17 tenaga ahli.

“Kalau tidak salah ada delapan sektor nanti dibagi masing-masingnya. Mungkin satu sektor satu sampai dua orang,” ucapnya.

Dia menambahkan, proses rekrutmen nantinya dilakukan secara terbuka dengan sekretariat berada di Dinas Pendidikan Kalteng. Seluruh mahasiswa dipersilakan mendaftar, termasuk melalui jalur rekomendasi organisasi kemahasiswaan maupun organisasi kepemudaan.

“Kita buka peluang untuk menerima rekomendasi. Misalnya dari HMI, GMNI, Hima, sampai Presiden Mahasiswa BEM. Jadi kita berikan kesempatan seluas-luasnya,” katanya.

Selain mahasiswa aktif, kata Reza, peluang juga dimungkinkan bagi lulusan baru atau fresh graduate dengan pertimbangan kemampuan analisis akademik yang lebih matang, khususnya lulusan sarjana.

“Harapannya dia punya analisa yang sudah matang, minimal dia sudah pernah menyusun skripsi sehingga tahu metodologi penelitian,” tuturnya.

Untuk syarat usia, dia menyebut calon stafsus diperkirakan berasal dari kelompok usia produktif dengan batas maksimal di bawah 35 tahun, meski ketentuan final masih akan diumumkan lebih lanjut.

Reza menyampaikan pendaftaran direncanakan dibuka pada awal Juni 2026 dengan target hasil seleksi diumumkan pada pertengahan Juni setelah proses seleksi berlangsung sekitar dua minggu.

“Nanti Insya Allah mungkin di bulan Juni. Awal Juni kita buka, pertengahan Juni sudah hasil. Dua minggu lah seleksi,” katanya.

Dia juga menyebut gagasan pelibatan mahasiswa dalam mendukung kebijakan daerah sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang mendorong pembentukan tim ahli di lingkungan kampus untuk memberikan masukan akademis kepada kepala daerah. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) berencana membuka rekrutmen staf khusus (stafsus) dari kalangan mahasiswa dan pemuda untuk membantu mengawal kebijakan strategis gubernur, khususnya program Kartu Huma Betang Sejahtera.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng, Reza Prabowo, mengatakan pihaknya telah melaporkan sejumlah skema pembentukan stafsus kepada Gubernur Kalteng dan mendapat persetujuan awal terkait mekanisme pelaksanaannya.

“Jadi ada beberapa skema yang kita tawarkan kepada beliau, apakah memang penunjukannya langsung itu seperti apa, dan kita sudah siapkan juga mekanisme seleksinya, dan alhamdulillah beliau setuju,” kata Reza, Sabtu (23/5/2026).

Electronic money exchangers listing

Dia menjelaskan, stafsus mahasiswa dan pemuda nantinya akan dibagi berdasarkan sektor tertentu, seperti pertanian, ekonomi, hingga pendidikan. Namun, tugas utama mereka tetap berfokus pada pengawalan program prioritas gubernur.

“Stafsus itu nanti dibagi per sector. Jadi ada yang menangani sektor pertanian, sektor ekonomi, sektor pendidikan, tapi tugas utamanya adalah mengawal kebijakan bapak gubernur, khususnya Kartu Huma Betang,” ujarnya.

Menurut Reza, Kartu Huma Betang ini menjadi salah satu program strategis yang perlu pengawalan intensif, karena mencakup berbagai bidang layanan masyarakat. Mulai dari kesehatan, pendidikan, bantuan pendidikan, hingga ketahanan pangan.

“Karena Kartu Huma Betang itu selain janji politik bapak gubernur, juga banyak sekali program-program strategis. Ada kesehatan, pendidikan, bantuan pendidikan, pangannya juga ada, lengkap di situ,” katanya.

Terkait jumlah kebutuhan personel, Reza menyebut rencana awal mengacu pada hasil pertemuan gubernur bersama unsur mahasiswa, organisasi kepemudaan Cipayung, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), hingga Himpunan Mahasiswa (Hima) se-Kalimantan Tengah yang mengusulkan sekitar 17 tenaga ahli.

“Kalau tidak salah ada delapan sektor nanti dibagi masing-masingnya. Mungkin satu sektor satu sampai dua orang,” ucapnya.

Dia menambahkan, proses rekrutmen nantinya dilakukan secara terbuka dengan sekretariat berada di Dinas Pendidikan Kalteng. Seluruh mahasiswa dipersilakan mendaftar, termasuk melalui jalur rekomendasi organisasi kemahasiswaan maupun organisasi kepemudaan.

“Kita buka peluang untuk menerima rekomendasi. Misalnya dari HMI, GMNI, Hima, sampai Presiden Mahasiswa BEM. Jadi kita berikan kesempatan seluas-luasnya,” katanya.

Selain mahasiswa aktif, kata Reza, peluang juga dimungkinkan bagi lulusan baru atau fresh graduate dengan pertimbangan kemampuan analisis akademik yang lebih matang, khususnya lulusan sarjana.

“Harapannya dia punya analisa yang sudah matang, minimal dia sudah pernah menyusun skripsi sehingga tahu metodologi penelitian,” tuturnya.

Untuk syarat usia, dia menyebut calon stafsus diperkirakan berasal dari kelompok usia produktif dengan batas maksimal di bawah 35 tahun, meski ketentuan final masih akan diumumkan lebih lanjut.

Reza menyampaikan pendaftaran direncanakan dibuka pada awal Juni 2026 dengan target hasil seleksi diumumkan pada pertengahan Juni setelah proses seleksi berlangsung sekitar dua minggu.

“Nanti Insya Allah mungkin di bulan Juni. Awal Juni kita buka, pertengahan Juni sudah hasil. Dua minggu lah seleksi,” katanya.

Dia juga menyebut gagasan pelibatan mahasiswa dalam mendukung kebijakan daerah sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang mendorong pembentukan tim ahli di lingkungan kampus untuk memberikan masukan akademis kepada kepala daerah. (adr)