Kedutaan Besar AS Perintahkan Warga Amerika Segera Tinggalkan Irak

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad secara resmi memperbarui peringatan perjalanan dan menyerukan seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan Irak pada Selasa (21/4/2026). Perintah ini diterbitkan menyusul meningkatnya risiko keamanan akibat ancaman kelompok milisi yang didukung Iran.

Langkah evakuasi mandiri tersebut didasari pada kekhawatiran serangan terencana yang menargetkan warga dan kepentingan Amerika di seluruh wilayah Irak, termasuk area utara. Dilansir dari Detikcom, otoritas Washington menegaskan agar warga AS tidak mengunjungi negara tersebut untuk alasan apa pun dalam situasi saat ini.

"Jangan bepergian ke Irak dengan alasan apa pun. Segera tinggalkan negara itu, jika Anda berada di sana," bunyi peringatan keamanan yang dirilis Kedutaan Besar AS di Irak.

Sementara itu, ketegangan di kawasan semakin meruncing setelah Iran menyatakan sikap keras terhadap upaya rekonsiliasi. Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Seyyed Majid Mousavi, menegaskan pihaknya tidak memercayai negosiasi dengan Washington meski Pakistan berupaya menjadi mediator.

"Seperti yang dikatakan Pemimpin kami (Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei), kami tidak mempercayai negosiasi dengan Anda, tetapi kami percaya pada kekuatan Tuhan, rakyat, dan para pejuang," kata Seyyed Majid Mousavi, Komandan IRGC.

Di Teheran, otoritas hukum Iran melakukan eksekusi mati terhadap Amir Ali Mirjafari yang dituduh memimpin jaringan intelijen Mossad. Mirjafari dinyatakan bersalah atas keterlibatan dalam pembakaran Masjid Agung Gholhak serta kolaborasi dengan musuh asing selama aksi unjuk rasa.

"Amir Ali Mirjafari... salah satu elemen bersenjata yang berkolaborasi dengan musuh yang mencoba untuk membakar Masjid Agung Gholhak dan merupakan pemimpin aktivitas antikeamanan jaringan Mossad di area tersebut, telah dihukum gantung pada pagi ini," lapor Mizan Online.

Kondisi internal pemerintahan AS juga sedang bergejolak setelah Menteri Tenaga Kerja, Lori Chavez-DeRemer, memutuskan mundur dari kabinet Presiden Donald Trump. Pengunduran diri ini terjadi di tengah skandal perlakuan tidak pantas terhadap staf perempuan muda dan pemecatan beberapa pejabat tinggi wanita lainnya.

Di belahan dunia lain, Jepang utara melaporkan enam orang terluka pascagempa berkekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi pada Senin (20/4). Meski tidak ada kerusakan infrastruktur masif, Badan Meteorologi Jepang (JMA) tetap mengeluarkan peringatan waspada terhadap potensi gempa super besar di atas Magnitudo 8,0.