Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Kementerian Dalam Negeri menyerahkan dokumen administrasi kependudukan kepada keluarga korban kecelakaan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur yang berasal dari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Teguh Setyabudi mengatakan penyerahan dokumen ini menjadi bukti negara hadir untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, bahkan dalam kondisi sulit.
"Dokumen yang kami serahkan berupa kartu keluarga baru serta KTP elektronik bagi yang telah berkeluarga. Dokumen ini penting sebagai dasar untuk mengakses berbagai layanan publik," katanya di Cikarang, Rabu.
Teguh turut menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga korban meninggal dunia atas musibah tersebut seraya memastikan pelayanan administrasi kependudukan yang cepat serta akurat sebagai bagian dari komitmen pelayanan publik sejak warga lahir hingga seterusnya.
Teguh juga mengapresiasi kepedulian Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam bentuk bantuan kepada keluarga korban. Kolaborasi pemerintah pusat dengan daerah sangat penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan serta pelayanan publik secara optimal.
"Kami mengapresiasi langkah Pemkab Bekasi yang cepat dan peduli terhadap keluarga korban. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban duka yang dirasakan," ujarnya.
Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyampaikan dukacita mendalam atas musibah kecelakaan yang menimpa sejumlah warga, terlebih mayoritas korban merupakan masyarakat Kabupaten Bekasi.
"Semoga para korban meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan," ujarnya.
Ia mengatakan penyerahan dokumen kependudukan maupun bantuan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal, terutama bagi masyarakat yang terdampak musibah.
"Dalam kondisi seperti ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh kebutuhan administrasi keluarga korban dapat diselesaikan dengan cepat dan tanpa kendala. Pelayanan harus tetap berjalan, bahkan dalam situasi sulit sekalipun," katanya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Baznas Kabupaten Bekasi menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian dan empati.
Selain itu, bagi korban yang menjadi tulang punggung keluarga, pemerintah daerah memberikan dukungan berkelanjutan, termasuk fasilitasi pendidikan bagi anggota keluarga yang ditinggalkan.
Asep turut mengapresiasi langkah cepat Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri bersama Disdukcapil Kabupaten Bekasi dalam memproses serta menerbitkan dokumen kependudukan bagi para korban dan keluarga.
"Dalam situasi seperti ini, kecepatan dan ketepatan pelayanan menjadi sangat penting. Ini bagian dari pelayanan publik yang humanis, di mana negara harus hadir di tengah masyarakat yang sedang berduka," katanya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat serta seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan, termasuk dalam menghadapi situasi darurat maupun bencana.
Tercatat 12 korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada pekan lalu merupakan warga yang tinggal Kabupaten Bekasi. Sebanyak 10 korban beridentitas daerah itu, sementara dua korban lain berasal dari luar daerah.
Sebanyak tiga korban meninggal dunia yang teridentifikasi paling awal masing-masing Nurlaela asal Cikarang Timur, Adelia Rifani asal Cibitung serta Ristuti Kustirahayu asal Sukatani.
Kemudian berdasarkan data Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri, tujuh korban meninggal dunia lainnya juga berasal dari Kabupaten Bekasi, yakni Anita Sari (31) asal Cikarang Barat, Faridha Utami (50) asal Cibitung, dan Fika Aknia Pratiwi (23) asal Cikarang Barat.
Selanjutnya, Ida Nuraida (48) asal Kecamatan Cibitung, Gita Septia Wardani (20) Cibitung, Rinjani Novitasari (25) Tambun Selatan, dan Nur Ainia Eka Rahmadhynna (32) asal Kecamatan Tambun Selatan.
Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·