Kemenhaj Siapkan Klinik Satelit di Setiap Sektor Makkah

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyediakan klinik satelit di seluruh sektor di Makkah guna mempercepat layanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia pada Minggu (26/4/2026). Dilansir dari Cahaya, langkah ini bertujuan memastikan penanganan medis dilakukan secara responsif tanpa ketergantungan pada rujukan fasilitas kesehatan jauh.

Kepala Daerah Kerja Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026, Ihsan Faisal, menyatakan bahwa penempatan tenaga kesehatan di setiap sektor dilakukan secara siaga. Hal ini menjadi upaya deteksi dini dan pertolongan pertama bagi jamaah yang membutuhkan bantuan medis mendadak.

"Kalau di sektor, rata-rata ada empat hingga lima tenaga kesehatan. Ada dokter dan perawat. Itu yang melekat di sektor," ujar Ihsan di Makkah, Minggu (26/4/2026).

Ihsan menjelaskan bahwa klinik satelit bertugas sebagai garda terdepan untuk mengatasi gangguan kesehatan ringan. Fasilitas ini memangkas waktu tunggu jamaah yang sebelumnya harus langsung menuju rumah sakit besar saat memerlukan tindakan awal.

Penguatan layanan di tingkat sektor tersebut tetap terhubung dengan fasilitas kesehatan utama di Arab Saudi. Pasien yang memerlukan perawatan intensif akan segera dipindahkan ke pusat medis yang lebih lengkap.

Secara teknis, jamaah dengan kondisi berat tetap dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Aziziyah atau rumah sakit setempat. Saat ini, total kekuatan medis yang mendukung layanan KKHI di Makkah dan Madinah mencapai sekitar 200 personel kesehatan.

Kebijakan operasional ini merujuk pada regulasi baru Pemerintah Arab Saudi untuk musim haji 1447 H/2026 M. Aturan tersebut mewajibkan ketersediaan satu klinik minimal untuk melayani setiap 5.000 jamaah haji.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, mengungkapkan bahwa pemerintah telah merealisasikan 40 klinik di 10 sektor Makkah. Selain itu, terdapat lima klinik tambahan yang beroperasi di lima sektor wilayah Madinah untuk menjamin cakupan layanan.

"Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jamaah semakin optimal," kata Liliek.

Petugas kesehatan kelompok terbang (kloter) kini dibekali dengan panduan rujukan berbasis tingkat keparahan penyakit atau severity level. Metode ini diterapkan demi menjamin akurasi dan ketepatan tindakan medis bagi jamaah sesuai dengan kebutuhan kondisi fisiknya.

Kualitas layanan kesehatan jamaah Indonesia juga berada di bawah pengawasan ketat penyedia layanan internasional. Pemerintah Arab Saudi mewajibkan supervisi dari institusi terakreditasi, yang dalam hal ini dilakukan oleh Saudi German Hospital.

Manajemen logistik obat-obatan dilakukan secara terpusat melalui KKHI di Makkah dan Madinah sebelum disalurkan ke hotel-hotel jamaah. Tenaga kesehatan kloter menerima distribusi obat tersebut secara langsung untuk mempercepat akses bagi jamaah yang sedang menjalani masa inap.