Kemenhub Audit Taksi Green SM Usai Kecelakaan Maut di Bekasi Timur

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyelidiki keterlibatan taksi Green SM dalam kecelakaan fatal antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden tragis ini dilaporkan telah mengakibatkan 15 orang meninggal dunia serta puluhan lainnya luka-luka.

Kemenhub memanggil manajemen operator taksi tersebut pada Selasa (28/4/2026) untuk memberikan klarifikasi resmi. Berdasarkan laporan dari Detikcom, investigasi mencakup aspek perizinan, administrasi, hingga kepatuhan operasional angkutan umum guna memastikan standar keselamatan terpenuhi.

"Kami telah membentuk tim khusus ini untuk mendalami keterlibatan taksi Xanh SM termasuk sisi perizinannya, kelengkapan administrasi, pemenuhan standar keselamatan, hingga kepatuhan pada ketentuan operasional angkutan umum. Karena prinsip kami jelas, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, sehingga setiap potensi pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan," kata Dirjen Hubdat Kemenhub Aan, Selasa (28/4/2026).

Data aplikasi Siprajab menunjukkan kendaraan tersebut memiliki kartu pengawasan yang masih berlaku hingga Oktober 2026 untuk layanan taksi reguler Jabodetabek. Namun, pihak kementerian tetap melakukan pemeriksaan mendalam terhadap sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) milik operator.

"Selanjutnya, kami akan mengaudit kembali elemen-elemen standar manajemen keselamatan yang wajib dipenuhi perusahaan angkutan umum. Jadi kami akan melihat kembali bagaimana standar manajemen keselamatan dijalankan di lapangan oleh perusahaan ini, termasuk juga kewajiban perusahaan dalam memastikan kendaraan, pengemudi, dan sistem operasionalnya memenuhi aspek keselamatan," ucap Aan.

Aan menegaskan bahwa sanksi administratif mulai dari teguran hingga pencabutan izin dapat dijatuhkan jika ditemukan pelanggaran terhadap PM 85 Tahun 2018 dan PM 117 Tahun 2018. Evaluasi ini dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh rantai operasional perusahaan.

"Kami akan melihat apabila terdapat pelanggaran terhadap ketentuan operasional angkutan umum, maka sanksi administrasi akan diberikan secara proposional sesuai aturan yang ada," ujar Aan.

Proses pemeriksaan lanjutan masih terus berjalan untuk menentukan derajat keterlibatan armada taksi tersebut dalam rangkaian kecelakaan yang bermula dari kendaraan yang tertemper KRL di perlintasan dekat stasiun.

"Kami tegas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut serta keterlibatan taksi Green SM dalam kecelakaan ini. Nantinya hasil pendalaman akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya," imbuh Aan.

Terkait jumlah korban, Polda Metro Jaya mengonfirmasi total kematian mencapai belasan jiwa dalam peristiwa yang melibatkan dua rangkaian kereta api tersebut.

"Iya, 15 meninggal," kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Martinus Ginting di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri (RS Polri), Selasa (28/4).

Pihak manajemen Green SM menyatakan kesiapan mereka untuk bersikap kooperatif selama masa penyelidikan oleh pihak otoritas berwenang berlangsung. Perusahaan menegaskan belum ada simpulan resmi mengenai penyebab pasti kecelakaan.

"Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi," ujar Green SM melalui akun Instagram resminya.

Selain memberikan bantuan informasi, pihak operator juga menyatakan rasa duka kepada para korban terdampak dan keluarga yang ditinggalkan akibat insiden di Bekasi Timur tersebut.

"Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman," demikian pernyataan Green SM.

Manajemen menekankan komitmen mereka dalam menjaga standar keselamatan kerja bagi pengemudi maupun pelanggan setianya di masa mendatang.

"Keselamatan dan transparansi tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar operasional yang ketat guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat," sambung Green SM.