Kemenkes-UNICEF kolaborasi perkuat transformasi sistem kesehatan RI

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan dan UNICEF secara resmi menandatangani Programme Document (ProDoc) 2026–2030 sebagai landasan kerja sama strategis dalam memperkuat sistem kesehatan nasional dan mempercepat pencapaian target pembangunan manusia di Indonesia.

Penandatanganan ini menegaskan komitmen kedua pihak dalam menghadirkan peningkatan yang terukur di bidang kesehatan, khususnya bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan, melalui penguatan layanan kesehatan yang lebih adil, berkualitas, dan berkelanjutan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kunta Wibawa Dasa Nugraha di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa ProDoc ini merupakan instrumen strategis yang tidak hanya berfungsi sebagai kerangka kegiatan, tetapi juga sebagai pendorong transformasi sistem kesehatan nasional.

“Programme Document ini harus menjadi pendorong transformasi, bukan sekadar kerangka kegiatan. Kami berkomitmen memastikan implementasi yang efektif melalui tata kelola yang baik, transparansi, dan pendekatan berbasis hasil,” ujar Kunta.

Kerja sama ini didukung oleh komitmen pendanaan sebesar 35,9 juta dolar AS yang mencakup dukungan pendanaan, pengadaan, dan bantuan teknis. Dukungan ini diarahkan untuk memperkuat sistem kesehatan, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang paling membutuhkan.

Baca juga: Kemenkes gandeng industri kuatkan edukasi kesehatan lewat Nutri-level

Kunta mengatakan, kemitraan antara keduanya selaras dengan prioritas nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, serta mendukung agenda global dalam United Nations Sustainable Development Cooperation Framework (UNSDCF) 2026–2030.

Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa kemitraan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

"Dengan ditandatanganinya ProDoc 2026–2030 ini, Pemerintah Indonesia dan UNICEF menegaskan kembali komitmen bersama untuk menghadirkan dampak yang nyata, terukur, dan berkelanjutan bagi kesehatan masyarakat Indonesia," ujarnya.

Perwakilan UNICEF Indonesia Maniza Zaman menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Indonesia dalam memperkuat kerja sama yang berorientasi pada hasil dan dampak nyata bagi anak dan keluarga di Indonesia.

"Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target kesehatan dan pembangunan manusia secara berkelanjutan," kata Maniza.

Baca juga: Kemenkes-WHO teken Grant Agreement 2026-2027 kuatkan sistem kesehatan

Dia menyebutkan, melalui mekanisme pelaksanaan yang melibatkan koordinasi lintas kementerian, lembaga, serta dukungan pemerintah daerah, program ini akan difokuskan pada penguatan implementasi berbasis hasil, peningkatan akuntabilitas, serta efektivitas penggunaan sumber daya.

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.