Kementerian Kebudayaan Perkuat Mitigasi Bencana Cagar Budaya Nasional

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menyelenggarakan seminar dan pameran bertajuk 'Cagar Budaya Tangguh Bencana yang Berkelanjutan' di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, pada Rabu, 15 April 2026. Langkah ini diambil guna memperkuat kesadaran dan sistem perlindungan terhadap warisan budaya dari risiko bencana yang tinggi di Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan bahwa mitigasi kebencanaan kini menjadi salah satu fokus utama pemerintah mengingat posisi geografis Indonesia di kawasan Cincin Api Pasifik. Berdasarkan data yang dilansir dari Detikcom, sebanyak 43 cagar budaya di tiga provinsi Pulau Sumatera dilaporkan mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi pada akhir tahun 2025.

"Bencana bukan hanya persoalan alam, tetapi juga non-alam, termasuk faktor manusia. Oleh karena itu, penting untuk membangun kesadaran dan kecintaan terhadap budaya dan alam agar tercipta keselarasan dan dapat mengurangi dampak bencana," kata Fadli Zon, Menteri Kebudayaan.

Fadli mengungkapkan bahwa kerusakan cagar budaya sepanjang tahun 2025 bervariasi mulai dari tingkat ringan hingga berat pada struktur bangunan maupun situs sejarah. Ia mendorong adanya percepatan penetapan Cagar Budaya Nasional (CBN) agar proses perlindungan hukum dan fisik dapat dilakukan secara lebih komprehensif oleh kementerian.

Direktur Bina SDM, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Syukur Asih Suprojo, menambahkan bahwa penguatan kapasitas lembaga menjadi kunci utama dalam menghadapi risiko tersebut. Pendekatan berbasis ketangguhan bencana diharapkan mampu menjamin keberlanjutan pengelolaan aset budaya yang memiliki nilai sejarah sekaligus ekonomi tersebut.

Seminar ini juga melibatkan pakar lintas bidang, seperti Fitra Arda yang membahas konsep cagar budaya tangguh bencana dan Soehatman Ramli mengenai manajemen bencana berbasis standar ISO 22301. Selain itu, aspek ancaman yang tidak terdeteksi media seperti penurunan muka tanah dan banjir rob turut menjadi pokok bahasan dalam diskusi tersebut.

Acara yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dan Yayasan Perisai Budaya Nusantara (YPBN) ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan. Peserta meliputi perwakilan dinas pemadam kebakaran, tim ahli cagar budaya, serta kalangan akademisi dan masyarakat pemerhati museum.