Kementerian PU Percepat Proyek Tol Serpong&Bogor via Parung Rp 12,35 Triliun

Sedang Trending 47 menit yang lalu

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menggenjot penyelesaian proyek pembangunan Jalan Tol Serpong-Bogor via Parung. Infrastruktur jalan bebas hambatan sepanjang 32 kilometer (km) ini dirancang untuk memperkuat sistem konektivitas logistik dan mobilitas di wilayah Jabodetabek.

Proyek strategis yang menelan nilai investasi sebesar Rp 12,35 triliun ini digarap sepenuhnya tanpa menggunakan sokongan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), seperti dikutip dari Detik Finance.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa progres pengerjaan infrastruktur penghubung ini masih tertahan pada fase finalisasi desain serta perencanaan teknis lapangan.

"Progres proyek saat ini masih dalam tahap penyusunan perencanaan teknis, dengan progres mendekati 80%. Kami terus mempercepat proses agar tahapan perencanaan dapat selesai tahun ini," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).

Pendanaan megaproyek Tol Serpong-Bogor via Parung ini mengandalkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Jalur komersial baru tersebut ditargetkan mampu memangkas durasi perjalanan dari wilayah Bogor menuju Tangerang menjadi hanya sekitar 45 menit saja.

Konstruksi fisik tol bakal dilengkapi dengan dua buah gerbang persimpangan utama, yakni Junction Salabenda dan Junction Serpong. Selain itu, badan jalan akan disokong oleh tiga titik simpang susun yang ditempatkan di kawasan Pondok Udik, Putat Nutug, serta Rumpin.

Hak konsesi pengelolaan jalan tol selama 40 tahun ini dipegang oleh PT Bogor Serpong Infra Selaras. Perusahaan tersebut merupakan sebuah konsorsium bentukan dari PT Jasa Marga, PT Adhi Karya, PT Hutama Karya Infrastruktur, dan PT Persada Utama Infra.

Secara spasial, bentang Tol Serpong-Bogor via Parung ini terbagi ke dalam empat wilayah seksi pengerjaan konstruksi. Seksi I menghubungkan Salabenda hingga Pondok Udik dengan panjang lintasan 3,97 km.

Berikutnya, Seksi II membentang dari Pondok Udik menuju Putat Nutug sepanjang 9,27 km. Sementara untuk Seksi III menghubungkan Putat Nutug ke Rumpin sejauh 8,23 km, dan Seksi IV membentang antara Rumpin hingga Serpong sepanjang 10,56 km.

Dody menegaskan pembangunan tol akan dilaksanakan sesuai standar teknis dan regulasi yang berlaku, termasuk aspek geometrik jalan, keselamatan konstruksi, dan pemenuhan standar pelayanan minimal jalan tol.

Menteri PU berharap koridor Tol Serpong-Bogor via Parung ini dapat memicu lahirnya titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jalur. Kehadiran fisik jalan tol juga ditargetkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan wilayah pinggiran Jabodetabek.

Penyediaan infrastruktur jalan bebas hambatan ini diproyeksikan bisa mendongkrak efisiensi iklim investasi nasional. Hal tersebut dicapai melalui penurunan nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) berkat terpangkasnya biaya logistik serta meningkatnya produktivitas distribusi barang.