Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merampungkan pembangunan dua Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste pada Minggu (19/4/2026). Fasilitas pendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini berlokasi di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini dan PLBN Motamasin, Nusa Tenggara Timur.
Penyediaan infrastruktur ini ditujukan untuk memperluas jangkauan layanan dasar hingga ke pelosok negeri sebagaimana dilansir dari Detikcom. SPPG di PLBN Wini menempati lahan seluas 1.408,63 meter persegi di Kabupaten Timor Tengah Utara, sedangkan SPPG di PLBN Motamasin seluas 1.469,12 meter persegi di Kabupaten Malaka.
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam agenda pembangunan nasional. Proyek tersebut dikerjakan oleh Satuan Kerja Prasarana Strategis NTT bersama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk selaku kontraktor pelaksana.
"Program MBG adalah amanat Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat dan cerdas. Program ini juga mendorong ekonomi lokal dengan melibatkan petani, nelayan, dan UMKM. Dengan demikian, MBG bukan hanya program sosial, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan nasional," ujar Dody Hanggodo, Menteri PU.
Penempatan fasilitas di wilayah perbatasan mempertimbangkan urgensi kebutuhan layanan gizi bagi masyarakat setempat. Pihak kementerian juga menekankan peran infrastruktur ini dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan di beranda terdepan Indonesia.
"Ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan akses gizi yang layak, menjaga stabilitas harga, serta menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat perbatasan," tambah Dody Hanggodo.
Kedua pusat gizi tersebut dilengkapi dengan dapur utama, area pencucian, serta gudang penyimpanan bahan makanan kering dan basah. Untuk menjaga kebersihan lingkungan, sistem pengolahan air limbah (IPAL) dan jaringan air bersih telah diintegrasikan dalam kawasan tersebut.
Kementerian PU memastikan bahwa seluruh fasilitas pendukung seperti ruang panel, tempat pembuangan sampah, dan penataan lanskap telah siap beroperasi. Kehadiran SPPG diharapkan menjadi penggerak ekonomi bagi warga di sekitar Kabupaten Timor Tengah Utara dan Kabupaten Malaka.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·