PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) menerbitkan obligasi senilai Rp 220 miliar pada Senin (11/5/2026) untuk mendanai pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Median Ring Indonesia (Merindo) di wilayah Indonesia Tengah. Langkah korporasi ini bertujuan memperkuat infrastruktur telekomunikasi nasional di pusat ekonomi dan pariwisata strategis, sebagaimana dilansir dari Money.
Pendanaan tersebut merupakan tahap awal dari program pembiayaan berkelanjutan perusahaan yang menargetkan total dana sebesar Rp 730 miliar. Proyek SKKL Merindo dijadwalkan mulai melaksanakan proses penggelaran kabel pada tahun 2027 mendatang untuk mengatasi kesenjangan akses digital.
“Dana Rp 220 miliar ini adalah investasi untuk masa depan Indonesia Tengah,” ujar Direktur Utama PT Ketrosden Triasmitra Tbk Titus Dondi Patria.
Manajemen perusahaan menegaskan bahwa proyek ini akan menghubungkan berbagai titik vital yang selama ini membutuhkan penguatan jaringan tulang punggung (backbone) telekomunikasi. Pembangunan ini menjadi kelanjutan dari kesuksesan proyek sebelumnya, yakni kabel laut Rising 8 yang menghubungkan Jakarta, Batam, hingga Singapura.
“Kami akan membangun SKKL Merindo yang menghubungkan pusat ekonomi dan pariwisata strategis, membawa konektivitas berkualitas tinggi ke kawasan yang selama ini masih membutuhkan penguatan infrastruktur digital,” lanjut Titus Dondi Patria.
Penerbitan instrumen utang ini mendapatkan peringkat idAAAcg (Triple A; Corporate Guarantee) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Jaminan penuh juga diberikan oleh GuarantCo, lembaga internasional di bawah Private Infrastructure Development Group (PIDG) yang fokus pada pasar infrastruktur negara berkembang.
Obligasi Triasmitra ini ditawarkan dalam tiga pilihan seri untuk para investor. Seri A memiliki tenor tiga tahun dengan kupon 6,70 persen, Seri B dengan tenor lima tahun menawarkan bunga 7,00 persen, sedangkan Seri C untuk jangka waktu 10 tahun dipatok pada kupon 7,25 persen.
Alokasi dana hasil obligasi akan disalurkan kepada dua anak usaha, yakni PT Jejaring Mitra Persada (JMP) dan PT Triasmitra Multiniaga Internasional (TMI). JMP akan mengelola dana untuk kebutuhan survei laut serta pengadaan material kabel, sementara TMI fokus pada pemeliharaan infrastruktur yang sudah beroperasi.
Hingga saat ini, emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia sejak 2022 tersebut telah mengoperasikan lebih dari 10.000 kilometer jaringan fiber optik. Perusahaan juga didukung oleh armada kapal penggelar kabel berbendera Indonesia, CLV Bentang Bahari, untuk mendukung operasional di lapangan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·