Krakatau Osaka Steel PHK Ratusan Buruh Akibat Penutupan Pabrik

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT Krakatau Osaka Steel (KOS) di Cilegon melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap ratusan buruh menyusul keputusan penghentian operasional pabrik secara total. Langkah ini diambil setelah perusahaan patungan tersebut dilaporkan mengalami kerugian berkelanjutan akibat penurunan permintaan pasar dan serbuan produk impor.

Hingga Kamis (7/5/2026), jumlah pekerja yang terdampak telah mencapai angka signifikan. Pengurangan tenaga kerja ini merupakan dampak langsung dari rencana penutupan seluruh kegiatan usaha yang dijadwalkan rampung pada Juni 2026 mendatang, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Presiden Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyatakan bahwa laporan mengenai pemutusan hubungan kerja massal ini telah diterima melalui jaringan serikat pekerja di lapangan. Pihaknya kini terus memantau perkembangan jumlah buruh yang kehilangan pekerjaan.

"PHK di Krakatau Osaka Steel, Partai Buruh bersama KSPI sudah membentuk Posko Orange. Ada 161 orang yang di-PHK, tapi sudah bertambah, sudah mendekati angka 200 orang," kata Said Iqbal, Presiden Partai Buruh.

Said menjelaskan bahwa lesunya permintaan baja nasional menjadi pemicu utama berhentinya operasional perusahaan. Proyek infrastruktur besar yang sebelumnya menjadi penyerap utama hasil produksi kini mengalami perlambatan signifikan.

"KOS itu kan yang membeli, konsumennya, adalah IKN. Proyek IKN dan proyek jalan tol. Karena dia sudah melambat dan kecenderungan berhenti, maka permintaan bajanya menurun. Sehingga mau nggak mau terjadi rasionalisasi, bahkan mungkin ditutup. Sedang dalam proses perundingan," jelas Said Iqbal, Presiden Partai Buruh.

Kondisi ini diperparah dengan masuknya produk baja dari luar negeri yang menawarkan harga jauh lebih murah. Hal tersebut membuat produk buatan dalam negeri kehilangan daya saing di pasar domestik.

"Karena produk-produk PT KOS tidak bisa bersaing harganya dengan barang-barang baja impor dari China, mereka yang banci, kita sebutnya kan banci. Jadi lebih murah nilainya, ukurannya banci. Sehingga mereka tidak bisa juga bersaing, itu betul," terang Said Iqbal, Presiden Partai Buruh.

Meski menghadapi situasi sulit, Said menyebutkan ada komitmen dari pihak pemberi kerja terkait hak-hak finansial para buruh. Perusahaan disebut akan memberikan kompensasi di atas standar minimum yang ditetapkan pemerintah.

"Memang manajemen akan memberikan sekitar dua kali aturan untuk memberikan pesangon kepada buruh yang di-PHK," ujar Said Iqbal, Presiden Partai Buruh.

Kementerian Perindustrian juga telah memberikan atensi terhadap situasi yang menimpa perusahaan patungan antara Osaka Steel Co., Ltd. dan PT Krakatau Steel Tbk tersebut. Pemerintah menekankan pentingnya pemenuhan hak pekerja di tengah proses penutupan ini.

"Kami turut prihatin atas kondisi yang dihadapi para pekerja PT Krakatau Osaka Steel. Pemerintah memahami bahwa keputusan ini memberikan dampak sosial dan ekonomi yang tidak ringan. Oleh sebab itu, kami mengimbau kepada perusahaan untuk memenuhi hak-hak pekerja yang terdampak sesuai dengan peraturan perundang-undangan," ujar Febri Hendri Antoni Arief, Juru Bicara Kementerian Perindustrian pada Selasa (5/5/2026).

Berdasarkan catatan internal perusahaan, keputusan untuk menghentikan produksi sebenarnya sudah ditetapkan sejak rapat Dewan Direksi pada 23 Januari 2026. PT Krakatau Osaka Steel diketahui telah mencatatkan kerugian sejak tahun 2022 akibat tekanan persaingan global dan efisiensi biaya dari produsen luar negeri.