Kramat Jati gencarkan sosialisasi pilah sampah lewat forum warga

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kecamatan Kramat Jati terus menggencarkan sosialisasi pemilahan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat lewat forum warga.

"Sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah dari rumah terus kami lakukan melalui kegiatan-kegiatan warga yang sudah berjalan," kata Camat Kramat Jati Kamal Alatas saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi utama agar pesan pengelolaan sampah lebih mudah diterima masyarakat.

Sejumlah wadah kegiatan yang dimanfaatkan untuk sosialisasi antara lain rapat koordinasi RT dan RW, pertemuan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), kegiatan PKK, Dasawisma, dan juru pemantau jentik (Jumantik).

Selain itu, edukasi juga disampaikan melalui Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), pertemuan Karang Taruna, dan sosialisasi tatap muka di kantor kelurahan.

Berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya di lingkungan warga juga menjadi sarana penyampaian informasi terkait pengelolaan sampah.

Dalam setiap kesempatan tersebut, warga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah.

Baca juga: Kramat Jati prioritaskan distribusi tong sampah organik di permukiman

Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir sekaligus meningkatkan efektivitas pengolahan sampah di tingkat wilayah.

Meski sosialisasi terus dilakukan, pemerintah kecamatan mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan. Salah satu kendala utama adalah kebiasaan masyarakat yang masih mencampur sampah dalam satu wadah, sehingga sulit diubah dalam waktu singkat.

"Masih terbatasnya pemahaman sebagian warga mengenai pentingnya pemilahan sampah. Kesadaran masyarakat untuk secara konsisten melakukan pemilahan juga masih perlu ditingkatkan," ujar Kamal.

Dari sisi dukungan teknis, keterbatasan sarana dan prasarana seperti tempat sampah terpilah serta mesin pengolah sampah organik turut menjadi hambatan dalam optimalisasi program.

Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan agar sistem pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif.

Kamal berharap, melalui sosialisasi yang terus digencarkan serta dukungan fasilitas yang lebih memadai, budaya memilah sampah dari sumber dapat semakin mengakar di tengah masyarakat dan menjadi kebiasaan sehari-hari warga.

Adapun Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) mendorong pemilahan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga, untuk mengurangi beban pembuangan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.

Pemkot Jaktim menjalin kolaborasi dengan Pusat Daur Ulang Plastik (PDUP) Ciracas untuk mengelola sampah anorganik.

Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) Bank Sampah di setiap kelurahan yang telah dibentuk melalui Surat Edaran Wali Kota Nomor e-0005/SE/2026 juga dioptimalkan perannya.

Baca juga: Ciptakan kebersihan, Pasar Jaya hadirkan 5 truk sampah di Kramat Jati

Baca juga: LH Jaktim distribusikan 2.405 tong dukung pemilahan sampah dari rumah

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Ade irma Junida
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.