Krom Bank Indonesia Cetak Lonjakan Laba Bersih Kuartal I&2026

Sedang Trending 47 menit yang lalu

PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI) berhasil mengantongi laba bersih senilai Rp 70 miliar pada kuartal I-2026. Capaian tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 99 persen secara tahunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, sebagaimana dilansir dari Money.

Pertumbuhan signifikan juga terjadi pada sektor penyaluran kredit perusahaan yang menyentuh angka Rp 9,88 triliun dalam periode tersebut. Jumlah penyaluran kredit ini mengalami peningkatan sebesar 98 persen secara tahunan dari kuartal yang sama di tahun sebelumnya.

Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk, Anton Hermawan menjelaskan bahwa situasi industri perbankan di tingkat nasional tetap memperlihatkan laju pertumbuhan yang positif meskipun berada di tengah situasi ekonomi global yang dinamis serta tantangan pasar yang ada.

"Perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui pengembangan layanan perbankan digital, pengelolaan risiko yang prudent, serta peningkatan kualitas layanan kepada nasabah," kata Anton Hermawan dalam keterangan resmi, Kamis (21/5/2026).

Di samping itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dari Krom Bank menyentuh angka Rp 10,86 triliun pada kuartal I-2026, atau mengalami pertumbuhan sebesar 138 persen secara tahunan. Nilai aset perusahaan pun ikut merangkak naik 78 persen secara tahunan menjadi sebesar Rp 14,77 triliun pada periode yang sama, dengan rasio kecukupan modal (CAR) yang kokoh di level 39,78 persen.

Manajemen perseroan memaparkan bahwa investasi pada infrastruktur teknologi informasi serta pembenahan tata kelola perusahaan terus diperkuat demi menopang ekspansi bisnis yang berkelanjutan. Pada periode tahun ini, bank digital ini mengarahkan fokus pada penguatan ekosistem digital, peningkatan pengalaman pengguna, serta penguatan manajemen risiko dan kualitas aset.

"Kami meyakini, konsistensi transformasi digital akan menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkesinambungan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Anton Hermawan.

Langkah penguatan modal juga disepakati melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di mana para pemegang saham menyetujui pengalokasian 100 persen laba bersih tahun buku 2025 senilai Rp 143 miliar demi menambah saldo laba ditahan (retained earning).

"Keputusan untuk mengalokasikan seluruh laba bersih Tahun Buku 2025 ke dalam saldo laba ditahan merupakan langkah strategis perseroan untuk dapat menjaga fundamental keuangan yang sehat serta memperkuat kapasitas pendanaan internal," terang Anton Hermawan.

Sebagai data pembanding, Krom Bank menorehkan pendapatan bunga bersih audited sebesar Rp 1,85 triliun sepanjang tahun 2025, yang berarti naik 92 persen secara tahunan dari Rp 965 miliar di tahun 2024. Total aset pada akhir tahun 2025 melesat 84 persen secara tahunan mencapai Rp 12,21 triliun, sementara total penyaluran kredit tumbuh sebesar 103 persen secara tahunan menjadi Rp 8,63 triliun dari posisi Rp 4,25 triliun di tahun sebelumnya.

Dari sektor pendanaan di tahun 2025, pertumbuhan simpanan berbasis tabungan dan deposito mendorong DPK meningkat hingga 166 persen secara tahunan menuju angka Rp 8,39 triliun dari Rp 3,15 triliun pada 2024. Secara keseluruhan pada tahun buku 2025 tersebut, laba bersih yang dibukukan Krom Bank berada pada angka Rp 143 miliar atau naik sebesar 15 persen secara tahunan.