Kronologi Sengketa Lahan GRIB Jaya Vs PT KAI di Tanah Abang

Sedang Trending 2 jam yang lalu

SENGKETA kepemilikan sebidang lahan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, menimbulkan polemik. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Menteri PKP) Maruarar Sirait terlibat perdebatan dengan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu atau GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules.

Kejadian bermula ketika Maruarar menggelar pertemuan dengan pimpinan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI. Mereka membahas rencana pemanfaatan aset lahan milik PT KAI untuk dijadikan lokasi pembangunan hunian bagi masyarakat.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dalam pertemuan itu, pimpinan PT KAI menyebut ada pihak lain yang menguasai lahan tersebut secara tidak resmi. Lalu, Maruarar turun langsung ke lokasi tersebut dan mulai terlihat perdebatan dengan Hercules. "Negara tidak boleh kalah," kata Maruarar dalam unggahan di Instagram pribadinya pada Ahad, 5 April 2026.

Maruarar mengklaim sebidang lahan yang berlokasi di Tanah Abang itu merupakan milik negara atas nama PT KAI. "Kalau ada siapapun yang menduduki tanah negara ya tentu harus jelas alasannya apa? Dasarnya apa? Ini negara ya, aset negara," ucap Maruarar dilansir dari Antara. 

Belakangan, GRIB Jaya membantah klaim yang dilontarkan Maruarar dan PT KAI. "Itu tanah milik ahli waris, penerusnya sekarang bernama Sulaeman Effendi," ujar Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi GRIB Jaya, Wilson Colling, pada Sabtu, 18 April 2026.

Menurut Wilson, tanah itu memiliki dokumen legalitas Eigendom Verponding Nomor 946 Tahun 1923 atas nama Iljas Radjo Mentari. Lahan tersebut kemudian diwariskan kepada Sulaeman Effendi sejak tahun 2004 dan belum berpindah tangan hingga saat ini. 

Wilson mengatakan, lahan yang diklaim PT KAI merupakan konversi dari Eigendom Verponding Nomor 14399 Tahun 1988 atas nama Kementerian Perhubungan. "Tanah yang diklaim PT KAI itu sesungguhnya tidak ada di dalam tanah milik ahli waris," tutur Wilson kepada Tempo. 

Sementara itu, Hercules menegaskan tidak akan menghalangi jika negara membuktikan bahwa lahan tersebut benar milik mereka. "Kalau ini negara punya, hari ini pun saya serahkan," ucap Hercules dalam rekaman video yang diunggah di akun Instagram pribadi Maruarar Sirait.