KSP pastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Bekasi sesuai jadwal

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Capaian saat ini sudah 65,2 persen dan sekolah ini nantinya akan menampung anak-anak yang putus sekolah, yang tidak mampu

Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Senin (18/5) untuk memastikan konstruksinya dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal.

"Capaian saat ini sudah 65,2 persen dan sekolah ini nantinya akan menampung anak-anak yang putus sekolah, yang tidak mampu. Baik SD, SMP, SMA," kata Kepala Staf Kepresidenan Dudung kepada wartawan seusai meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Senin.

Pemimpin Kantor Staf Presiden (KSP) itu menyampaikan bahwa seperti yang dilihat dari peninjauan hari ini, struktur bangunan sudah mencapai angka penyelesaian 89,5 persen dan diperkirakan dapat menyelesaikan pembangunan sesuai dengan target yaitu pada Juni 2026.

Baca juga: Kemensos jaring 600 anak jalanan Jabodetabek masuk Sekolah Rakyat

Sekolah Rakyat bertujuan untuk memastikan masyarakat yang berada di dalam golongan rentan dapat mengenyam pendidikan. Dengan sistem sekolah asrama, para murid diharapkan dapat pendidikan yang optimal.

Untuk itu, dia memastikan pihak KSP telah dan terus mendukung koordinasi kementerian/lembaga dan pemerintah daerah serta berbagai pihak lain untuk mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi tersebut.

"Ini mengejar target di awal Juli itu sudah tahun ajaran baru. Mudah-mudahan segera tuntas," katanya menjelaskan.

Baca juga: Menteri PU targetkan pembangunan Sekolah Rakyat selesai 20 Juni 2026

Sejauh ini terdapat 93 Sekolah Rakyat yang sudah dibangun dengan target pembangunan setiap tahunnya mencapai 100 sekolah.

Dudung menyebutkan bahwa dengan keberadaan Sekolah Rakyat maka akan terwujud sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Dengan pemerintah juga sudah menyiapkan Sekolah Garuda yang fokus mempersiapkan talenta unggul di bidang STEM.

"Luar biasa program Prioritas Unggulan Bapak Presiden ini dan ke depan Bapak Presiden ingin anak-anak Indonesia ini tampil dan bersaing di dunia internasional. Artinya mampu dan tidak kalah," demikian Dudung Abdurachman.

Baca juga: Mensos targetkan investigasi dugaan "markup" sepatu tuntas tiga pekan

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.