Massa Tangkap Pencuri Toko Sembako di Kebon Jeruk Jakarta Barat

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Warga meringkus seorang pria berinisial KM yang diduga melakukan pencurian di sebuah toko sembako di Jalan Sulaiman, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Kamis (23/4/2026) dini hari. Pelaku sempat menjadi sasaran amuk massa sebelum akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian.

Aksi kriminalitas ini melibatkan tiga orang pelaku, namun hanya satu orang yang berhasil diamankan oleh warga di lokasi kejadian. Peristiwa ini bermula ketika pemilik toko terbangun dari tidurnya karena mendapati adanya aktivitas mencurigakan di area usahanya sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Awalnya, sekitar pukul 02.30 WIB, korban yang sedang tidur di dalam tokonya dibangunkan oleh anaknya yang melihat pelaku berjumlah tiga orang hendak mencuri," kata Aqsha dilansir Antara, Kamis (23/4/2026).

Teriakan spontan dari korban yang menyadari kehadiran para penyusup tersebut memicu reaksi cepat dari penduduk sekitar yang langsung mendatangi tempat kejadian perkara. Polisi mengonfirmasi bahwa situasi menjadi tidak terkendali saat warga mulai berkumpul dan mengepung pelaku.

"Lalu, korban bangun dan berteriak, langsung berteriak spontan 'maling-maling', dan kemudian warga pada berdatangan," ujarnya.

Massa yang tersulut emosi langsung melayangkan tindakan main hakim sendiri terhadap pelaku KM yang gagal melarikan diri bersama rekan-rekannya. Sementara itu, dua orang rekan KM berhasil lolos dari kejaran warga dan kini masih dalam pencarian.

"Warga yang berdatangan langsung mengamankan dan memukuli pelaku," ungkap Aqsha.

Personel Polsek Kebon Jeruk segera menuju lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat guna meredam situasi dan mengevakuasi pelaku. Mengingat luka-luka yang diderita akibat pengeroyokan, polisi terlebih dahulu membawa KM ke pusat kesehatan terdekat sebelum pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil investigasi sementara, para pelaku tidak menggunakan alat atau senjata berbahaya saat menyatroni toko tersebut. Saat ini, KM telah berada di kantor polisi untuk menjalani proses hukum, sementara identitas dua rekan pelaku lainnya masih didalami oleh penyidik.