Masyarakat Perlu Memperhatikan Pentingnya Perencanaan dan Perlindungan Finansial Jangka Panjang

Sedang Trending 53 menit yang lalu

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah dinamika ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan yang meningkat, masyarakat Indonesia dinilai perlu semakin memperhatikan pentingnya perencanaan dan perlindungan finansial jangka panjang.

Pelemahan nilai tukar rupiah, tekanan terhadap pasar saham, hingga meningkatnya ketidakpastian geopolitik global dinilai meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap instrumen yang dapat membantu menjaga stabilitas kondisi keuangan keluarga.

PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi, menilai kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya masyarakat memiliki fondasi finansial yang lebih kuat dan terencana.

IFG Life menegaskan komitmen perlindungan nasabah lewat penguatan kinerja keuangan dan klaim yang transparan.

Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi mengatakan, kondisi ekonomi dan pasar keuangan pada dasarnya akan selalu bergerak dinamis sehingga masyarakat perlu memiliki kesiapan finansial yang lebih baik agar tidak mudah terdampak perubahan jangka pendek.

"Kondisi ekonomi dan pasar keuangan pada dasarnya akan selalu bergerak dinamis. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kesiapan finansial yang lebih baik agar tidak mudah terdampak oleh perubahan jangka pendek. Perencanaan keuangan yang sehat dan perlindungan yang tepat menjadi penting untuk membantu menjaga stabilitas finansial keluarga," ujar Gatot dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2026).

Konsumsi domestik dinilai masih resilien

Laporan Macroeconomic Monitor April 2026 yang disusun IFG Progress bersama Bahana Sekuritas dan Bahana TCW Investment Management mencatat konsumsi domestik Indonesia masih relatif resilien.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia tercatat berada di level optimistis sebesar 122,9 pada Maret 2026, meski sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan Indonesia pada April 2026 melandai menjadi 2,42 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dan tetap berada dalam rentang sasaran Bank Indonesia.

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan daya tahan konsumsi masyarakat masih cukup terjaga, meskipun masyarakat tetap dihadapkan pada berbagai tantangan ekonomi dan kenaikan biaya hidup di sejumlah sektor.

Di sisi lain, menurut data BPS, inflasi pada sektor kesehatan dan biaya kebutuhan rumah tangga dalam beberapa tahun terakhir masih menunjukkan tren peningkatan.

Situasi ini dinilai membuat masyarakat perlu semakin memperhatikan kesiapan finansial jangka panjang karena risiko kesehatan maupun kehilangan penghasilan dapat memberikan tekanan ekonomi yang lebih besar apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Pentingnya perlindungan finansial

Gatot mengatakan, perlindungan finansial bukan hanya berkaitan dengan manfaat finansial semata, tetapi juga berkaitan dengan rasa aman dan kesiapan menghadapi berbagai tahap kehidupan.

"Perlindungan bukan hanya berbicara tentang manfaat finansial, tetapi juga tentang rasa aman dan kesiapan menghadapi berbagai tahap kehidupan. Ketika kondisi ekonomi berubah cepat, masyarakat yang telah memiliki perencanaan keuangan dan proteksi yang baik cenderung lebih siap menghadapi berbagai situasi," tambah Gatot.

Dalam mendukung kebutuhan perlindungan masyarakat, IFG Life menghadirkan berbagai layanan perlindungan jiwa dan kesehatan yang dirancang untuk membantu masyarakat menjaga stabilitas finansial ketika menghadapi risiko di berbagai tahap kehidupan.

Layanan tersebut mencakup perencanaan finansial keluarga, perlindungan kesehatan, kelangsungan pendidikan anak, hingga kesiapan memasuki masa pensiun.

IFG Life menilai masyarakat perlu semakin memberikan perhatian terhadap pentingnya pengelolaan risiko dan perlindungan finansial di tengah kondisi ekonomi yang semakin dinamis.

Tantangan seperti kenaikan biaya hidup, tekanan ekonomi global, hingga ketidakpastian pasar dinilai menunjukkan pentingnya kesiapan finansial sebagai bagian dari ketahanan jangka panjang.