Prabowo Targetkan RI Bebas Impor BBM Melalui Sawit Hingga Energi Surya

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Komitmen untuk menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis mulai dari optimalisasi kelapa sawit hingga target ambisius pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 Gigawatt (GW).

Langkah memacu produksi bahan bakar nabati kini tengah dilakukan pemerintah untuk menggantikan bahan bakar fosil, seperti dikutip dari Detik Oto.

"Untuk mengatasi krisis energi kita sedang mempercepat produksi solar dari minyak kelapa sawit, kita juga sedang mengkaji produksi bensin dari minyak kelapa sawit," ujar Prabowo saat pidato Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5).

Kebijakan mandatori biodiesel 50 sendiri akan diterapkan secara serentak untuk semua sektor dimulai pada 1 Juli 2026 oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Potensi hilirisasi sektor pertambangan juga dilirik pemerintah untuk menciptakan energi alternatif, selain mengandalkan sektor perkebunan.

"Kita juga akan produksi solar dan gas dari batu bara," kata Prabowo.

Pemanfaatan limbah pertanian juga dioptimalkan untuk pemenuhan kebutuhan energi rumah tangga. Prabowo optimistis Indonesia bisa menciptakan sumber energi memasak yang jauh lebih murah memanfaatkan batang jagung.

"Kita juga bisa produksi energi untuk masak dengan sangat murah, dengan limbah-limbah dan batang-batang jagung," tutur Prabowo.

Lompatan besar dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) turut dicanangkan pada sektor ketenagalistrikan melalui pemanfaatan energi surya yang digenjot habis-habisan.

"Produksi listrik dari tenaga surya akan kita percepat, kita canangkan. Kita sudah cadangkan akan membangun 100 gigawatt dari tenaga surya dalam 3 tahun ini," ucap Prabowo.

Seluruh hulu produksi energi bersih ini nantinya akan diintegrasikan dengan hilir pendorong ekosistem kendaraan ramah lingkungan melalui konversi massal kendaraan berbasis BBM ke listrik.

"Kita padukan ini dengan konversi motor dan mobil, dari motor dan mobil BBM ke motor listrik," ujar Prabowo.

Pemerintah menargetkan konversi 120 juta unit sepeda motor BBM ke motor listrik. Namun, Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai target konversi masif tersebut tidak realistis secara teknis karena keterbatasan ekosistem.

Meskipun IESR mengapresiasi respons pemerintah dalam mengantisipasi krisis melalui transisi energi, hingga akhir 2025 hanya tersedia 39 bengkel tersertifikasi dari kebutuhan minimal 16.000 bengkel.

Di sisi lain, Presiden optimistis Indonesia bisa segera keluar dari bayang-bayang krisis energi global dan memperkuat fundamental ekonomi nasional.

"Insyaallah kita akan hilangkan ketergantungan kita kepada impor BBM dan kita akan menghemat devisa kita yang sangat berharga," kata Prabowo.