Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman mengecam keras serangan udara Iran terhadap Uni Emirat Arab dalam sambungan telepon dengan Presiden Sheikh Mohamed bin Zayed pada Senin (4/5/2026). Percakapan tersebut dilakukan menyusul rentetan peluncuran rudal dan drone yang menargetkan fasilitas energi serta ekonomi di wilayah UEA.
Aksi agresi tersebut melibatkan sedikitnya 15 rudal dan empat drone yang dikirimkan dalam empat gelombang serangan dari wilayah Iran sebagaimana dilansir dari Detikcom. Saudi Press Agency (SPA) melaporkan bahwa Riyadh memberikan dukungan penuh terhadap kedaulatan serta stabilitas keamanan negara tetangganya tersebut.
Pangeran Mohammed bin Salman dalam pembicaraan tersebut menyampaikan posisi resmi kerajaan mengenai eskalasi militer yang terjadi di kawasan.
"kecaman dan penolakan keras Kerajaan terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan" ujar Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi.
Penegasan dukungan keamanan ini merupakan bentuk solidaritas Arab Saudi terhadap ancaman yang menargetkan stabilitas regional secara luas. Mohammed bin Salman kemudian menekankan kembali komitmen negaranya terhadap keselamatan Uni Emirat Arab.
"tidak dapat dibenarkan" kata Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi.
Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab mengonfirmasi bahwa salah satu serangan drone memicu kebakaran hebat di pusat energi Zona Industri Minyak Fujairah. Insiden di pantai timur tersebut mengakibatkan tiga warga negara India mengalami luka-luka akibat ledakan.
Pemerintah setempat menyatakan kesiapan mereka untuk mengambil tindakan balasan yang diperlukan guna melindungi aset nasional dan warga sipil.
"hak penuh dan sah" tegas Otoritas Uni Emirat Arab.
Di lokasi berbeda, kapal tanker MV Barakah milik perusahaan ADNOC dihantam dua drone saat berada di lepas pantai Oman atau sekitar Selat Hormuz. Meski kapal mengalami kerusakan akibat serangan, perusahaan melaporkan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden di jalur pelayaran strategis tersebut.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi secara terpisah mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk tindakan penyerangan terhadap infrastruktur sipil dan ekonomi tersebut.
"sekeras-kerasnya" tegas Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.
Riyadh mendesak komunitas internasional untuk memperhatikan pelanggaran prinsip bertetangga yang dilakukan oleh pihak Teheran. Arab Saudi juga menuntut penghentian segera atas segala bentuk gangguan yang mengancam keamanan maritim dan energi global.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·