Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menjadwalkan peletakan batu pertama pembangunan pabrik infus di Mojokerto pada Mei 2026 sebagai langkah penguatan sektor kesehatan dan ekonomi organisasi. Rencana ekspansi industri medis ini dikonfirmasi oleh Ketua PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, saat mengunjungi Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur pada Sabtu (18/4/2026).
Proyek strategis tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan alat kesehatan di jaringan internal yang mencakup 130 rumah sakit dan lebih dari 400 klinik di seluruh Indonesia. Pembangunan pabrik ini, dilansir dari Cahaya, akan mengadopsi teknologi manufaktur dari Italia untuk memastikan kualitas dan daya tahan produk yang dihasilkan.
Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa skema produksi mandiri ini diharapkan mampu menciptakan efisiensi operasional bagi unit amal usaha milik organisasi. Pilihan jatuh pada teknologi Eropa karena pertimbangan efisiensi jangka panjang meskipun membutuhkan nilai investasi yang tidak sedikit.
"Daripada membeli dari luar, lebih baik kita produksi sendiri agar bisa menekan biaya operasional rumah sakit Muhammadiyah. Kita ingin membangun sistem close loop di seluruh amal usaha," ujar Muhadjir Effendy, Ketua PP Muhammadiyah.
Organisasi juga berencana memproduksi alat medis sekali pakai lainnya seperti jarum suntik setelah tahap awal pabrik beroperasi. Namun, otoritas terkait menegaskan bahwa produksi obat-obatan belum menjadi fokus prioritas dalam rencana jangka pendek pengembangan industri tersebut.
"Teknologinya langsung dari Italia. Walaupun mahal, daya tahannya tinggi. Dari sisi kemasan juga lebih baik, sehingga berdampak pada efisiensi operasional," jelas Muhadjir Effendy.
Meskipun mengandalkan mesin impor dengan biaya tinggi, pihak manajemen menargetkan harga jual produk tetap terjangkau. Strategi penetapan harga ini dimaksudkan agar produk dapat diserap pasar eksternal selain penggunaan wajib di fasilitas kesehatan internal organisasi.
"Kita sudah hitung dengan matang agar harga tetap lebih terjangkau. Tidak hanya memenuhi kebutuhan internal, tetapi juga bisa bersaing di pasar yang lebih luas," tambah Muhadjir Effendy.
Proses konstruksi fisik di Mojokerto ditargetkan mulai berjalan pada akhir Mei 2026 mendatang. Fasilitas produksi ini diharapkan sudah rampung sebelum pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke-49 pada tahun 2027 dan mencapai status operasi penuh pada tahun 2028.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·