Ojek Online Gagalkan Pengiriman Ponsel Curian ke Bekasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Seorang pengemudi ojek online bernama Farizi berhasil menggagalkan upaya pengiriman telepon seluler hasil tindak kriminal dari Tanah Abang menuju Bekasi pada Sabtu (9/5/2026). Aksi waspada ini bermula saat mitra ojek tersebut menaruh curiga terhadap paket yang diterimanya dari seorang pria di sekitar stasiun.

Kecurigaan muncul lantaran ponsel yang hendak dikirimkan tersebut masih dilengkapi dengan kartu SIM di dalamnya. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom, pengemudi tersebut merasa ada anomali dalam pesanan pengantaran barang yang ia terima.

"Driver ojol mendapatkan orderan mengantarkan barang berupa HP, curiga kok HP ada SIM card-nya. Ternyata HP curian," kata Kapolsek Metro Gambir AKBP Agus Adi Wijaya, Sabtu (9/5/2026).

Rasa curiga Farizi semakin menguat setelah mengingat interaksi singkat dengan pihak pengirim saat proses penjemputan barang dilakukan. Kapolsek menjelaskan bahwa pengirim sempat memberikan instruksi yang sangat kaku kepada sang pengemudi untuk segera berangkat tanpa perlu banyak bertanya.

"Dalam perjalanan dari Stasiun Tanah Abang menuju Bekasi, mitra ojol masih curiga, terngiang dengan perkataan pengirim 'udah kamu jangan banyak tanya, kirim aja ke lokasi'," ujarnya.

Guna memastikan firasatnya, Farizi memutuskan untuk menepi sejenak di wilayah Bekasi guna memeriksa perangkat komunikasi tersebut secara langsung. Ia memasangkan kartu SIM dari paket itu ke dalam ponselnya untuk melihat aktivitas atau pesan yang mungkin masuk ke perangkat terkait.

"Akhirnya, berhenti di tengah Jalan Bekasi, mencoba memasukkan SIM card, dan benar saja, Mas Farizi melihat notifikasi WA 'HP ini sedang dicuri'," katanya.

Setelah melihat pemberitahuan tersebut, Farizi segera mengambil inisiatif untuk menghubungi nomor pengirim pesan peringatan itu guna mengonfirmasi status kepemilikan barang. Keduanya kemudian sepakat untuk bertemu guna menyelesaikan persoalan tersebut di kantor kepolisian setempat.

Pertemuan antara pengemudi ojek online dan korban pencurian akhirnya berlangsung di kantor polisi untuk penyerahan barang bukti. Korban mengaku bahwa dirinya kehilangan ponsel akibat dicopet saat sedang berada di kawasan transportasi umum di Jakarta Pusat.

"Nggak nyangka ternyata beneran HP mbaknya habis dicuri atau dicopet di Stasiun Tanah Abang oleh pelaku yang berpura-pura mengirimkan barang tadi. Terima kasih banyak Mitra Ojol Kamtibmas kami, Mas Farizi yang baik hati dan selalu waspada dengan anomali barang kiriman yang berhubungan dengan tindak kejahatan," ungkapnya.