Pakistan serang Provinsi Kunar di Afghanistan, tiga tewas

Sedang Trending 1 jam yang lalu
14 lainnya terluka, mayoritas perempuan dan anak-anak

Moskow (ANTARA) - Artileri Pakistan menembakkan granat ke daerah berbatasan dengan Afghanistan, yakni Provinsi Kunar, hingga menewaskan tiga warga sipil dan melukai 14 lainnya, kata wakil Juru Bicara Pemerintah Afghanistan Hamdullah Fitrat, Senin (4/5).

"Rezim militer Pakistan melanjutkan kejahatan perangnya, dengan sengaja kembali menargetkan rumah-rumah warga sipil, sekolah, pusat kesehatan, dan masjid di Distrik Dangam, Provinsi Kunar, dekat Garis Durand. Dalam serangan ini, selain kerugian materiil, tiga warga sipil tewas dan 14 lainnya terluka, mayoritas perempuan dan anak-anak," kata Fitrat di platform X.

Fitrat menyebut dua sekolah, termasuk satu sekolah khusus perempuan, rusak akibat serangan tersebut. Kemudian, satu pusat kesehatan dan dua masjid hancur total.

Baca juga: Pakistan: Sembilan orang tewas akibat bentrokan dengan Afghanistan

Awal April lalu, Afghanistan dan Pakistan mengelar pembicaraan damai di Kota Urumqi, China. Negosiasi itu dilakukan di tengah gelombang konfrontasi militer baru di perbatasan, yang dipicu serangan Pakistan terhadap sejumlah provinsi di Afghanistan, termasuk Kabul, pada 22 Februari.

Setidaknya, 400 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 250 lainnya terluka dalam serangan udara Pakistan di sebuah rumah sakit untuk rehabilitasi narkoba di Kabul pada 16 Maret lalu.

Selama hari libur Idul Fitri, pada 20-22 Maret, Afghanistan dan Pakistan mengumumkan gencatan senjata sementara, meskipun Pakistan dilaporkan telah melanggar gencatan senjata beberapa kali.

Pembicaraan putaran sebelumnya antara Kabul dan Islamabad digelar di Qatar, Turki, dan Arab Saudi; tetapi tidak membuahkan hasil.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Pakistan dilaporkan serang lagi Afghanistan

Baca juga: Mediasi China jadi momentum perdamaian di Asia Selatan

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.