Jakarta (ANTARA) - Pedagang ikan di Tempat Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng, Jakarta Barat mengeluhkan omzet penjualan yang turun drastis sebagai imbas dari belanja daring.
Salah satu pedagang ikan hias, Arif (21), mengatakan pada masa sebelum Covid-19, dalam sehari ia bisa melayani 50-70 pelanggan, namun kini hanya sekitar 10 hingga 15 orang.
Bahkan pada masa kejayaannya, dua tokonya bisa meraup omzet hingga Rp30 juta per hari. Namun, kini untuk mencapai Rp1 juta saja sudah menjadi capaian besar baginya.
“Itu sangat jauh. Dulu paling enggak itu sehari itu bisa satu lembar buku catatan, bisa satu setengah lah (daftar pembeli). Kalau sekarang ibaratnya setengah itu ya udah alhamdulillah banget,” keluh Arif saat ditemui di lapaknya, Rabu.
Menurut Arif, beberapa faktor yang menyebabkan penurunan tersebut yakni adanya perubahan perilaku konsumen yang beralih ke belanja daring (online shopping).
“Sekarang orang lebih banyak beli online. Selain itu, kondisi tempat juga kurang terawat. Bangunannya sudah tua, ada yang bocor, penataan akuarium juga kurang rapi,” kata dia.
Arif yang mulai berjualan sejak 2019 menjelaskan sebelum pandemi Covid-19, TPHP Cengkareng menjadi salah satu pusat perdagangan ikan di Jakarta. Lalu saat pandemi Covid 19 terjadi, minat masyarakat terhadap ikan hias justru meningkat tajam.
“Malah puncaknya itu waktu Corona, tiap hari itu rame, dari ikan apa aja laku, khususnya ikan cupang, soalnya kebanyakan orang tidak ada kegiatan. Kalau setelah Corona itu mulai bertahap sepi hingga sekarang ini, yang bisa terbilang parah sekali,” tuturnya.
Menurut Arif, pada era Covid, harga ikan cupang melonjak tinggi hingga ratusan persen dari harga normal. Harga ikan cupang yang saat ini berkisar Rp20 ribu hingga Rp30 ribu, pada masa itu bisa mencapai Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per ekor.
“Itu emang dulu Corona ikan cupang fantastis dari segi makanannya, alat-alatnya, terus makanan-makanannya ikan cupang meledak. Cupang yang sekarang Rp20 ribu, (dulu) bisa dijual sampai Rp200 ribu, bahkan sepasang bisa Rp500 ribu,” ungkapnya.
Arif pun berharap ada intervensi dari pemerintah untuk melakukan pembenahan di kawasan TPHP Cengkareng agar kembali menarik minat pengunjung.
“Harapannya pemerintah bisa turun langsung, lihat kondisi di sini, mungkin diperbaiki dari segi bangunan, penataan, dan juga promosi supaya orang tertarik datang lagi,” imbuhnya.
Baca juga: 7 manfaat memelihara ikan hias bagi kesehatan tubuh
Baca juga: 7 cara rawat ikan hias di akuarium agar tidak cepat mati
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·