Rencana pemerintah untuk menggulirkan insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dipastikan mundur selama satu bulan dari target awal yang dijadwalkan mulai berjalan pada Juni 2026. Penundaan kebijakan subsidi bagi motor dan mobil listrik baru ini disampaikan langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta Pusat pada Selasa (26/5/2026).
"Insentif EV masih ditunda satu bulan lagi," kata Purbaya kepada wartawan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2026) sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Penundaan ini terjadi karena kebijakan tersebut masih memerlukan penyelarasan lebih lanjut. Menteri Keuangan menjelaskan bahwa formulasi insentif masih berada dalam tahap pengkajian internal oleh pemerintah.
"Ada perhitungan yang masih dihitung," ucap Purbaya.
Sebelum keputusan penundaan ini keluar, pemerintah telah merancang program bantuan kuota subsidi yang menyasar sebanyak 200 ribu unit kendaraan listrik. Alokasi kuota tersebut akan dibagi rata secara seimbang, dengan masing-masing 100 ribu unit untuk sepeda motor listrik dan 100 ribu unit untuk mobil listrik.
Skema besaran bantuan untuk kendaraan roda dua sudah ditetapkan senilai Rp 5 juta per unit, sedangkan nilai bantuan untuk roda empat masih digodok. Rencana penyaluran bantuan ini sebelumnya sempat dipaparkan dalam evaluasi anggaran bulanan negara.
"Kira-kira untuk mobil listrik akan kita kasih berapa? 100 ribu subsidi pertama. Kalau habis, kita kasih lagi. Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama kita akan kasih. Berapa? Rp 5 juta," ucap Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·