Washington (ANTARA) - Pemerintahan Presiden Donald Trump berupaya mempercepat deportasi terhadap anak-anak migran yang saat ini berada di tahanan Amerika Serikat, menurut laporan CNN, Selasa.
Upaya tersebut diambil di tengah tekanan Gedung Putih untuk mempercepat proses kasus anak-anak. Sidang imigrasi pun dijadwalkan ulang lebih awal beberapa pekan atau bahkan beberapa bulan dari tanggal seharusnya.
Hal itu mempersulit pekerjaan para pengacara dan terkadang mengakibatkan anak-anak harus mempresentasikan kasus mereka di pengadilan beberapa kali, bahkan seringkali tanpa bantuan hukum.
Pada saat yang sama, Juru Bicara Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat AS, Andrew Nixon, mengatakan kepada CNN bahwa pihaknya fokus pada penyelesaian kasus, yang melibatkan anak-anak tanpa pendamping, dengan cepat, efisien, dan sesuai dengan hukum.
"Banyak dari anak-anak tersebut berisiko menjadi korban perdagangan manusia dan eksploitasi; dan dalam beberapa kasus, mereka dibawa melintasi perbatasan oleh kartel dalam kondisi berbahaya dan memaksa. Dengan mempercepat proses kasus mereka, maka itu akan membantu dengan mengganggu jaringan tersebut dan memastikan anak-anak kembali ke lingkungan yang aman secepat mungkin," jelas Nixon.
Namun demikian, perwakilan dari organisasi yang mewakili anak-anak migran itu menyatakan bahwa mempercepat proses kasus tersebut akan memberikan tekanan emosional "sangat besar" pada anak-anak dan membuat mereka merasa bingung, takut, dan frustrasi, demikian laporan tersebut.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Presiden Meksiko minta AS hormati hak migran, kutuk kekerasan
Baca juga: AS akan cabut status sementara lebih dari 530.000 migran
Baca juga: AS tunda deportasi warga Iran akibat konflik militer di Timur Tengah
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·