Pemprov DKI dorong transformasi pendidikan lewat berbagai program

Sedang Trending 51 menit yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitman mendorong transformasi pendidikan melalui berbagai program, salah satunya pelepasan 561 alumni SMK untuk bekerja di Jepang, Jerman, dan Malaysia, sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi.

“Ini (juga) menjadi bagian dari upaya membuka kesempatan bagi generasi muda Jakarta agar mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat global,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat menghadiri puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Auditorium Ki Hajar Dewantara, Jakarta, Kamis.

Komitmen pendidikan inklusif, kata dia, juga diwujudkan melalui program pemutihan ijazah untuk membantu peserta didik memperoleh kembali hak administrasi pendidikan mereka sehingga dapat melanjutkan pendidikan, bekerja, dan mengakses kesempatan yang lebih luas.

"Program pemutihan ijazah tahap I tahun 2026 kepada 2.026 peserta didik," ujar Rano.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta memperluas akses pendidikan melalui alokasi anggaran hampir Rp3,25 triliun bagi 707.477 penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, serta Rp399,4 miliar bagi 15.825 mahasiswa penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tahap I tahun 2026.

Baca juga: Pemprov DKI bantu 6.050 pelajar ambil ijazah tertahan sepanjang 2025

Program sekolah swasta gratis yang menyasar 103 sekolah swasta turut menjadi langkah konkret dalam menghadirkan pemerataan akses pendidikan di Jakarta.

Rano menegaskan pemerintah memastikan tidak ada hambatan yang menghalangi masa depan peserta didik, baik secara fisik, finansial, sosial, maupun administratif.

“Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa, dan pemerintah wajib memastikan layanan pendidikan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat,” tutur Rano.

Menurut dia, pendidikan harus menjadi sarana untuk memerdekakan manusia sekaligus menjawab kebutuhan pembangunan kota.

Dalam kesempatan itu, dia mengingatkan tantangan pendidikan ke depan semakin kompleks. Disrupsi teknologi, perubahan pasar kerja, dan dinamika global menuntut sistem pendidikan terus beradaptasi.

Oleh karena itu, pendidikan harus mampu membekali peserta didik dengan karakter, keterampilan, daya saing, serta keberanian untuk berkarya.

“Dalam konteks inilah pendidikan harus mampu menjadi sarana untuk memerdekakan manusia sekaligus menjawab arah pembangunan kota,” ungkap Rano.

Baca juga: Rp253,6 M digelontorkan Pemprov, 103 sekolah swasta gratis di Jakarta

Puncak Hardiknas 2026

Puncak peringatan Hardiknas 2026 mengusung semangat "Gerak, Bikin, Tunjukin” sebagai ruang apresiasi sekaligus refleksi atas capaian dan transformasi pendidikan di Jakarta. Kegiatan ini menampilkan beragam karya, inovasi, seni, budaya, serta praktik pembelajaran yang menunjukkan keberanian peserta didik untuk bergerak, mencipta, dan menunjukkan potensinya.

Puncak Hardiknas 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan yang menegaskan transformasi pendidikan Jakarta, di antaranya program “SMK Naik Kelas: Siap Produksi, Siap Kolaborasi-Culinary Meets Industry” yang melibatkan 14 SMK, tiga SLB, dan satu LKP untuk menampilkan produk kuliner yang siap diproduksi dan dipasarkan secara profesional melalui expo dan skema business matching.

Selain itu, terdapat pameran karya SLB hasil kolaborasi siswa SLB A Pembina Tingkat Nasional Jakarta dengan Another Day Korea melalui konsep multisensori bertema “Galaxy”. Karya lukis bertekstur dan beraroma itu menunjukkan kreativitas dan imajinasi peserta didik tidak dibatasi oleh kondisi disabilitas.

Penguatan literasi juga ditampilkan melalui Panen Buku yang menghadirkan 425 judul karya dari 398 penulis, yang terdiri atas 360 siswa dan 38 guru dari 180 satuan pendidikan serta empat penerbit. Buku-buku tersebut akan diserap sekolah untuk memperkaya koleksi perpustakaan sekaligus membangun ekosistem literasi yang lebih holistik.

Dalam rangkaian Hardiknas 2026, Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga menggelar Festival Karya Anak Jakarta di Taman Bendera Pusaka, Semarak Hardiknas melalui urban farming, Ruang Seni Siswa, Anjangsana Sekolah, implementasi Sekolah Swasta Gratis, serta Upacara Hardiknas di Balai Kota DKI Jakarta yang dirangkaikan dengan SMK Naik Kelas Alumni Mendunia, Pemutihan Ijazah, dan Disdik Peduli.

Baca juga: Pramono ungkap peluang tambah sekolah swasta gratis, termasuk madrasah

Baca juga: Pram yakin Jakarta bisa jadi "role model" pendidikan di Indonesia

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.