PT Pertamina Patra Niaga mengembangkan Kilang Gasoline di Cilacap dan Dumai melalui Proyek Hilirisasi Nasional Fase II untuk memperkuat kedaulatan energi nasional. Langkah strategis ini bertujuan memangkas ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) melalui peningkatan kapasitas kilang domestik.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, proyek ini merupakan bagian dari upaya peningkatan nilai tambah di dalam negeri melalui produksi bahan bakar dan petrokimia berkualitas global. Pertamina menerapkan konsep high conversion refinery agar operasional kilang lebih efisien dengan hasil ekonomi yang lebih besar.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun menjelaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan dukungan nyata bagi kemandirian energi yang dicanangkan pemerintah melalui program Asta Cita.
“Melalui pendekatan Dual Growth Strategy, Pertamina Patra Niaga memperkuat bisnis eksisting sekaligus meningkatkan kompleksitas kilang agar mampu menghasilkan produk bernilai tinggi yang memiliki daya saing global,” ujar Roberth M.V. Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga.
Pembangunan infrastruktur ini juga mengintegrasikan fasilitas baru dengan infrastruktur yang sudah ada guna memastikan efisiensi maksimal dalam kegiatan produksi sehari-hari.
“Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama terkait energi bersih, penyediaan lapangan kerja layak, pertumbuhan ekonomi, serta inovasi industri,” tegas Roberth M.V. Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga.
Perusahaan memproyeksikan penghematan devisa negara mencapai Rp20 triliun per tahun berkat penurunan angka impor energi. Selain itu, masa konstruksi hingga operasi proyek ini diperkirakan akan menyerap tenaga kerja hingga 6.000 orang.
“Beragam proyek hilirisasi tersebut merupakan wujud nyata kebijakan pemerintah untuk menciptakan ekonomi berkeadilan melalui kemandirian energi dan industri dalam negeri. Pertamina Patra Niaga bangga menjadi bagian dari upaya besar ini,” tutup Roberth M.V. Dumatubun, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga.
Kilang Gasoline Dumai dirancang memiliki kapasitas 30 ribu barel per hari untuk menghasilkan 0,9 juta kiloliter gasoline, 86 ribu ton LPG, dan 124 ribu ton propylene tahunan. Sementara itu, Kilang Gasoline Cilacap berkapasitas 32 ribu barel per hari dengan target 1,1 juta kiloliter gasoline, 50 ribu ton LPG, dan 145 ribu ton propylene per tahun.
Produk gasoline yang dihasilkan nantinya akan memiliki kandungan sulfur di bawah 50 ppm sesuai standar bensin ramah lingkungan. Proyek yang diresmikan Presiden pada April 2026 lalu ini juga menargetkan penggunaan komponen dalam negeri sebesar 30 persen.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·