Seluruh petugas Daerah Kerja Madinah dijadwalkan bergeser menuju Makkah pada Jumat (15/5/2026) sore waktu setempat guna memperkuat pengamanan jemaah haji Indonesia. Mobilisasi ini dilakukan menyusul tuntasnya pemberangkatan gelombang terakhir jemaah dari Madinah menuju Makkah di hari yang sama.
Kepala Daerah Kerja Madinah 2026, Kholilur Rahman, memaparkan bahwa pergerakan hari Jumat ini menandai fase akhir operasional di wilayah Madinah. Pihaknya telah mengatur jadwal keberangkatan petugas agar selaras dengan jadwal kosongnya hotel-hotel jemaah.
"Insyaallah hari Jumat adalah hari terakhir pergerakan, pemberangkatan jemaah dari Madinah menuju Makkah Al Mukarromah," tegas Kholilur Rahman, Kepala Daerah Kerja Madinah 2026, dalam tayangan video Kompas TV.
Proses perpindahan jemaah dilakukan secara terstruktur mulai dari penjemputan di akomodasi masing-masing. Fasilitas transportasi khusus telah disiapkan oleh syarikat yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk memastikan kenyamanan jemaah selama perjalanan.
"Jemaah nanti akan diangkut di hotel masing-masing dengan menggunakan syarikat, kendaraan yang memang sudah disediakan untuk jemaah haji," lanjut Kholil.
Manajemen logistik jemaah juga menjadi fokus utama petugas di lobi hotel sebelum keberangkatan dimulai. Tenaga pekerja dikerahkan secara khusus untuk menangani barang bawaan jemaah agar tidak terjadi penumpukan atau tertukarnya barang.
"Dan petugas-petugas akan membantu mereka mulai dari penurunan koper dari kamar jemaah. Kemudian nanti di lobi akan diangkut oleh ummal pekerja," tambahnya.
Kholil menjelaskan bahwa standar operasional prosedur tetap mencakup penyediaan konsumsi tiga jam sebelum bus berangkat. Terkait nasib operasional petugas di Madinah, seluruh personel akan langsung dikirim ke Makkah untuk melakukan penebalan pengamanan di titik-titik rawan.
"Karena jemaah haji Indonesia hari Jumat sudah meninggalkan kota Madinah, maka petugas pun akan kita berangkatkan dari Madinah menuju Makkah di sore harinya." tutur Kholil.
Penempatan petugas tambahan dari Madinah ini bertujuan untuk membantu tim di Makkah dalam mengawasi mobilitas jemaah yang kian padat. Prioritas utama terletak pada pencegahan kecelakaan dan bantuan navigasi bagi jemaah di sekitar area ibadah.
"Mereka nanti juga akan melakukan tugas penebalan teman-teman daerah kerja Makkah, khususnya untuk pengamanan jemaah di area-area yang memang rawan dengan kecelakaan," tambahnya.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan jumlah orang di pusat ibadah menjelang puncak haji. Kehadiran petugas di sisi jemaah diharapkan dapat memberikan rasa aman selama pelaksanaan rangkaian ibadah wajib.
"Ini untuk memastikan bahwa jemaah bisa melaksanakan ibadah di Masjidil Haram dengan aman, nyaman, tertib, dan petugas berada di samping mereka," tegas Kholil.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·