PM Pakistan dan Presiden Iran lakukan pembicaraan bahas Timur Tengah

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pakistan tetap berkomitmen pada perannya sebagai fasilitator yang jujur ​​dan tulus untuk perdamaian abadi

Moskow (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan bahwa ia telah melakukan pembicaraan yang bersifat "membangun" dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu malam (19/4) guna membahas situasi di Timur Tengah.

"Saya telah melakukan percakapan yang hangat dan konstruktif dengan Presiden Dr. Masoud Pezeshkian malam ini mengenai perkembangan situasi regional," kata Sharif di platform X.

PM Sharif menambahkan bahwa ia telah menyampaikan kepada rekannya dari Iran itu terkait hasil pertemuan terbarunya dengan para pemimpin Arab Saudi, Qatar, dan Turki.

"Saya meyakinkan Presiden Pezeshkian bahwa dengan dukungan dari para teman dan rekan, Pakistan tetap berkomitmen secara penuh pada perannya sebagai fasilitator yang jujur dan tulus untuk perdamaian abadi dan stabilitas regional," ujar PM Sharif.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan perwakilannya sedang menuju Islamabad, Pakistan, untuk mengambil bagian dalam negosiasi tentang Iran.

Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz juga mengatakan bahwa pembicaraan antara AS dan Iran akan dilanjutkan dalam 24 jam ke depan.

Pada akhir Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Kemudian, pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dan dilanjutkan dengan negosiasi dengan dimediasi Pakistan di Islamabad pada 11 April yang berakhir tanpa hasil.

Meskipun tidak ada pengumuman dimulainya kembali permusuhan, AS mulai memblokade pelabuhan Iran. Para mediator pun berupaya untuk menggelar putaran baru negosiasi AS dengan Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Rupiah menguat seiring pemerintah naikkan harga BBM non subsidi

​​​​​​​Baca juga: Iran akan balas tindakan AS terkait penyitaan kapal Touska

Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.