Polisi Amankan Pemuda Terduga Pelaku Pembakaran di Matraman

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Seorang pemuda berinisial A (24) diamankan pihak kepolisian setelah diduga melakukan aksi pembakaran di sejumlah titik di wilayah Matraman, Jakarta Timur, pada Minggu, 10 Mei 2026. Penangkapan ini bermula dari keresahan warga yang mendatangi kediaman terduga pelaku di Kelurahan Pisangan Baru setelah identitasnya teridentifikasi melalui rekaman CCTV.

Ketua RW 05 Kelurahan Pisangan Baru, Ramdani, mengonfirmasi bahwa warga dari beberapa lingkungan rukun tetangga berkumpul untuk mencari kejelasan mengenai terduga pelaku. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Detikcom, massa yang datang berasal dari RW 03, RW 04, RW 05, dan RW 06.

"Warga itu dari tiga RW kemungkinan, RW 4, RW 5, RW 6, bahkan mungkin RW 3 juga ada. Setelah diketahui terduga ini ada di daerah sini, orang dari mana-mana nujunya ke sini," ujar Ketua RW 05 Kelurahan Pisangan Baru Ramdani.

Meskipun kondisi di lapangan sempat menegang akibat banyaknya warga yang berkumpul, pihak pengurus lingkungan memastikan situasi tetap terkendali. Langkah cepat diambil dengan membawa terduga pelaku ke kantor polisi untuk mencegah potensi aksi massa.

"Alhamdulillah, bisa diredam dan pelaku bisa diamankan. Tidak ada pukulan dan sebagainya, bisa aman, karena di sini sudah banyak orang, dikhawatirkan anak ini tidak terjamin keamanannya, akhirnya dibawa ke Polsek," jelas Ramdani.

Terduga pelaku berinisial A diketahui merupakan seorang pemuda yang baru saja menyelesaikan pendidikan tingginya. Di lingkungan tempat tinggalnya, ia dikenal memiliki kepribadian yang tertutup dan jarang bersosialisasi dengan warga lainnya.

"Remaja, baru lulus kuliah. Umurnya sekitar 24 tahunan. Orangnya tertutup, jarang keluar, tidak berbaur dengan remaja lainnya," ucap Ramdani.

Menurut keterangan pengurus wilayah, A tinggal bersama ibu dan adiknya, sementara keberadaan ayahnya sudah tidak diketahui selama dua tahun terakhir. Warga menaruh kecurigaan bahwa tindakan A dipicu oleh depresi atau gangguan psikologis tertentu.

"Kita ada anggapan ke situ. Soalnya, setelah dia eksekusi, api sudah nyala, dia balik lagi, dicek. Kalau niatnya mau bakar sekaligus kan biasanya langsung kabur, tapi ini dicek lagi, 'Oh sudah nyala belum?' begitu," ujar Ramdani.

Aksi pembakaran tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu dini hari dalam rentang waktu pukul 03.00 hingga 04.00 WIB. Bukti keterlibatan A diperkuat oleh rekaman kamera pengawas serta pengakuan dari pihak keluarga terduga pelaku sendiri.

"Jam 03.00 sampai jam 04.00 dini hari kejadiannya. Setelah terlihat dari CCTV, dari sisi kanan kiri menjurus titiknya ke sini. Ternyata, orang tuanya juga mengakui setelah melihat CCTV, 'oh iya itu anak saya'," kata Ramdani.

Objek yang menjadi sasaran pembakaran bukan merupakan bangunan tempat tinggal secara langsung. Pelaku diketahui menyasar benda-benda di sekitar permukiman yang mudah tersulut api, mulai dari tumpukan sampah, kain jemuran, hingga terpal milik warga.